TANGERANG SELATAN – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Fauzan menyampaikan bahwa pemerintah memberikan sejumlah kemudahan bagi mahasiswa korban banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Salah satunya adalah bantuan biaya hidup sebesar Rp1,25 juta per bulan.
Pernyataan ini disampaikan Fauzan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp59,38 miliar untuk 15.833 mahasiswa terdampak, yang akan menerima bantuan tersebut selama tiga bulan.
Selain bantuan biaya hidup, Fauzan menegaskan bahwa pemerintah juga sepakat meniadakan kebijakan drop out (DO) bagi mahasiswa yang menjadi korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami sepakat tidak ada anak-anak yang DO karena mereka tidak bisa membayar,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kompensasi akademik tambahan, Fauzan mengatakan bahwa kebijakan tersebut berada di bawah kewenangan masing-masing perguruan tinggi. Ia mencontohkan sejumlah kampus yang telah memberikan keringanan, seperti UPI dan Unesa.
Menurutnya, langkah tersebut layak ditiru oleh perguruan tinggi lain. “Bencana-bencana seperti ini di Indonesia kan sering. Respons perguruan tinggi memang beragam, tetapi semangatnya adalah memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang terdampak,” katanya.
“Kita berharap ini bisa menjadi tradisi positif bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya.







