JAKARTA – Kebakaran hebat yang diduga dipicu kegagalan termal pada baterai drone melanda gedung penjualan pesawat tanpa awak (drone) Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang, 9 Desember 2025.
Sedikitnya 20 orang tewas dalam insiden tersebut, sebagian besar ditemukan dalam kondisi hangus di dalam bangunan berlantai tujuh itu.
Salah satu karyawan, Dimitri, menyebut kebakaran kuat dugaan berawal dari baterai drone yang mengalami thermal runaway, yaitu kondisi ketika baterai mengalami panas berlebih dan memicu ledakan, sebelum api menjalar cepat ke berbagai ruangan.
“Dugaan kegagalan termal pada baterai drone yang memicu ledakan serta kebakaran,” ujarnya.
Hingga kini, 18 jenazah telah dimasukkan ke kantong dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi. Seluruh jasad ditemukan dalam kondisi sudah hangus.
Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat masih terus melakukan penyisiran, terutama di lantai tiga hingga lima yang mengalami kerusakan paling parah. Tim juga mengevakuasi korban selamat menggunakan tangga penyelamatan.
Kobaran api sebelumnya tampak membesar dengan cepat, menghasilkan asap hitam pekat yang membubung tinggi dan memicu kepanikan warga sekitar. Informasi awal menyebutkan sekitar 15 karyawan sempat terjebak di lantai atas gedung.
Hingga Selasa sore, petugas Gulkarmat Jakarta Pusat masih berjibaku melakukan evakuasi lanjutan serta pencarian kemungkinan korban yang masih berada di dalam bangunan.







