• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Psikolog Ungkap Luka Emosional di Balik Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading

Irina Jusuf by Irina Jusuf
November 11, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Psikolog Ungkap Luka Emosional di Balik Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading
76
SHARES
169
VIEWS

TANGERANG SELATAN – Peristiwa ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat, 7 November 2025, menyisakan duka mendalam bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Menurut informasi yang beredar, insiden itu didahului oleh dua suara ledakan yang memunculkan asap tebal, masing-masing terjadi di area masjid dan pintu belakang sekolah. Dari lokasi kejadian, aparat menemukan bom rakitan, remote kontrol, serta sejumlah senjata api seperti laras panjang dan revolver.

Seorang guru memperkirakan jumlah korban luka akibat ledakan berkisar antara lima hingga sepuluh orang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Seorang Psikolog klinis Devi Yanti, M.Psi, menjelaskan bahwa tindakan balas dendam terhadap pelaku bullying tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi luka emosional yang tak pernah ditangani.
Menurutnya, penumpukan emosi negatif seperti sedih, marah, sakit hati, dan rasa tidak berdaya dapat mendorong korban untuk melakukan tindakan ekstrem.

BACA JUGA :  Tujuh Mantan Kapolri Mendadak Temui Jenderal Listyo Sigit, Ini yang Dibahas

“Korban sering merasa dirinya lemah. Dengan tindakan agresif, ia berusaha mengubah posisi dari yang tertindas menjadi yang berkuasa,” ujar Devi.

Devi menambahkan, dorongan untuk menghilangkan rasa malu dan penghinaan juga dapat memicu tindakan berbahaya. Rasa malu yang tak tersalurkan bisa berubah menjadi kemarahan dan akhirnya agresivitas.

“Ketika tidak ada yang membela, mendengar, atau memvalidasi rasa sakitnya, korban merasa sendirian. Itu berbahaya,” tegasnya.

Selain kesulitan mengelola emosi, korban bullying juga kerap mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, hingga pikiran untuk bunuh diri.

“Ada hambatan kognitif karena kemarahan. Korban bisa berpikir bahwa ‘mereka pantas mendapatkan balasan’. Ini muncul dari kebutuhan untuk diakui rasa sakitnya,” jelas Devi.

BACA JUGA :  Ayah Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Ungkap Ada Dua Paku Tertinggal di Kepala Anaknya

Ia juga menyoroti pengaruh media sosial, terutama konten kekerasan atau glorifikasi balas dendam—yang dapat memperkuat dorongan destruktif tersebut.

“Secara psikologis, ini adalah bentuk coping yang maladaptif. Korban mencoba menyembuhkan diri, tetapi dengan cara yang salah karena luka emosionalnya tidak pernah diobati,” tambahnya.

Devi menekankan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam mencegah tragedi serupa. Pencegahan, katanya, harus berfokus pada penyembuhan luka emosional, bukan sekadar menghentikan tindakan bullying secara fisik.

“Dendam muncul karena luka yang tak disembuhkan. Luka harus diobati, bukan diabaikan,” ujarnya.

Menurut Devi, dendam akan mereda ketika korban merasa aman, didengar, dan diakui. Ia menyarankan agar korban diajarkan untuk berani bercerita kepada orang yang dipercaya serta diajak mengenali kebutuhan psikologisnya, apakah butuh dihargai, didukung, atau sekadar merasa aman.

BACA JUGA :  Berkaca dari Tragedi SMAN 72, Pemprov Jakarta Siap Atur Pembatasan Medsos Demi Lindungi Anak

Selain itu, penting pula mengajarkan strategi pengelolaan emosi seperti mencari tempat aman, menghubungi orang terdekat, melakukan aktivitas menenangkan, serta memberi ruang untuk proses memaafkan.

“Memaafkan bukan berarti membenarkan pelaku, tetapi membebaskan diri dari beban emosi,” katanya.

Teknik relaksasi, grounding, journaling, aktivitas fisik, hingga dukungan sosial juga bisa membantu meredakan kemarahan. Konsultasi dengan psikolog, termasuk terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terbukti efektif mengurangi trauma dan dorongan agresi.

“Bullying bukan sekadar masalah sepele antar siswa. Ini adalah luka psikologis yang nyata. Jika dibiarkan tanpa penanganan, luka itu bisa berubah menjadi tragedi,” tutupnya.

Tags: Korban Ledakan SMA 72 JakartaLedakan di SMAN 72luka batin
Previous Post

Swiss-Belresidences Kalibata Ajak Perempuan Wirausaha Hidup Sehat Lewat Gathering Inspiratif

Next Post

BRI Berdayakan 4.909 Desa BRILiaN, Wujudkan Semangat Asta Cita Untuk Pemerataan Ekonomi

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
BRI Berdayakan 4.909 Desa BRILiaN, Wujudkan Semangat Asta Cita Untuk Pemerataan Ekonomi

BRI Berdayakan 4.909 Desa BRILiaN, Wujudkan Semangat Asta Cita Untuk Pemerataan Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com