TIONGKOK – Baru-baru ini, sejumlah anak muda di China membuat tren isap empeng dewasa sebagai salah satu cara untuk meredakan stres. Tren ini langsung viral di media sosial, dan menjadi fenomena di kalangan anak-anak muda di China.
Saking viralnya, ribuan anak muda di China dilaporkan membeli empeng plastik sebagai alat bantu untuk tidur demi meredakan stres dan kecemasan.
Empeng plastik yang dijual seharga 10 hingga 500 yuan atau sekitar Rp22.000 hingga Rp1 juta per buahnya, kini mudah ditemukan diberbagai platform e-commerce di China.
Tercatat sejumlah toko telah berhasil menjual ribuan empeng setiap bulannya, dilansir dari Oddity Central, Kamis, 7 Agustus 2025.
Seorang psikolog asal China menjelaskan, tren ini menganut konsep psikologis yang disebut “regresi”. Teori ini mengacu ketika seseorang mengalami stres ekstrem atau masalah yang tak terselesaikan, sehingga inidividu tersebut cenderung kembali ke tahap perkembangan sebelumnya.
Dalam hal ini, empeng menjadi simbol kenyamanan dan rasa aman yang dikaitkan dengan masa ketika masih bayi.
Situs berita Tiongkok, Sohu melaporkan, banyak pengguna empeng dewasa mengaku merasa lebih tenang saat menggigitnya, lebih mudah tertidur, dan mengalami perasaan damai seperti bayi.
Namun para ahli kesehatan memperingatkan, penggunaan empeng dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius karena struktur mulut orang dewasa sangat berbeda dengan bayi.
Dokter Tang Caomin dari Fakultas Kedokteran Gigi Huaxi Universitas Sichuan menjelaskan, memakai empeng dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibular, yang mengakibatkan nyeri sendi, bunyi klik, dan bahkan keterbatasan untuk membuka mulut.
Bahkan dokter Tang menegaskan, jika tidur dengan empeng di mulut dapat mengganggu pernapasan.







