MINAHASA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) demi memutus mata rantai stunting.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, SE, menjelaskan bahwa stunting merupakan permasalahan bersama. Jika tidak ditangani dengan serius, stunting akan berdampak langsung pada kualitas generasi penerus dan menghambat kemajuan bangsa.
“Oleh karena itu, seluruh elemen, pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media, harus bergandengan tangan,” tegas Felly pada kegiatan bertajuk “IPeKB Bergerak Peduli Stunting”, Kamis, 19 Juni 2025 di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran serta masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, menegaskan pentingnya pelaksanaan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) secara konsisten dan berkelanjutan.
Saat mendampingi Felly dalam kunjungan kerjanya itu, ia juga menyoroti perlunya pemantauan ketat terhadap ibu hamil dan balita penerima bantuan agar upaya yang dilakukan benar-benar berdampak dalam memutus mata rantai stunting.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 pada 29 Juni 2025 ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilaksanakan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara.
Melalui kegiatan GENTING, Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan masyarakat untuk aktif berperan serta dalam percepatan penurunan stunting. Demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan nutrisi kepada anak Alifa Bangulengo, yang berasal dari keluarga berisiko stunting dengan tingkat kesejahteraan Desil 1. Bantuan ini merupakan bagian dari program GENTING Kemendukbangga/BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Program GENTING bertujuan menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi Orangtua Asuh (OTA) bagi anak atau keluarga berisiko stunting. Bantuan yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi secara rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta perbaikan kondisi lingkungan, termasuk rumah tidak layak huni.







