TANGSEL – Intermittent fasting merupakan salah satu metode diet yang populer beberapa tahun terakhir. Metode ini menawarkan pola makan dengan membagi periode jam tertentu antara waktu puasa dan makan.
Pada intermittent fasting, tidak disebutkan apa saja yang harus dimakan, melainkan cukup mematuhi aturan waktu yang diperbolehkan untuk makan.
Dikutip dari Healthline, metode diet ini berpotensi menurunkan berat badan, mengurangi resistensi insulin, mengurangi peradangan, dan baik untuk kesehatan otak.
Bagi para pemula yang ingin mencoba diet dengan intermittent fasting, ada tiga metode pilihan sederhana yang bisa dicoba. Seperti berikut ini:
- Puasa selama beberapa jam tertentu
Pada intermittent fasting, ada jam-jam tertentu yang diperbolehkan untuk makan. Kemudian, dilanjutkan dengan berpuasa di beberapa jam tertentu, di luar waktu makan tersebut.
- Metode 5:2
Terdapat intermitten fasting dengan metode 5:2. Ini artinya lima hari dalam seminggu seseorang yang menerapkannya boleh makan seperti biasa.
Namun, pada dua hari lainnya, jumlah kalori yang dikonsumsi harus dibatasi sekitar 500 kkal hingga 600 kkal. Hari-hari untuk puasa tidak boleh berurutan.
- Alternate-Day fasting
Alternate-day fasting atau puasa selang-seling memungkinkan seseorang makan seperti biasa pada hari-hari tidak berpuasa. Namun, jumlah kalori yang dikonsumsi harus dibatasi hingga sekitar 25 persen dari asupan biasanya.







