BUKITTINGGI – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menghadiri MusyawarahKomisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Muskomwil I APEKSI) 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi selaku tuan rumah.
Acara yang mengusung tema ‘Sinergi dan Kolaborasi Kota dalam Mewujudkan Indonesia Maju Berdaya Saing Global’ ini dihadiri oleh lebih dari 450 peserta, melalui forum ini para pimpinan daerah Komisariat Wilayah I (Komwil I).
Adapun Komwil I di antaranya Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, dan Sumatera Utara. Peserta mendiskusikan berbagai strategi penguatan kerja sama antarkota, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal daninovasi daerah.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengatakan bahwa budaya bukanlah beban. Budaya bisa menjadi ekonomi budaya, bisa menjadi industri budaya, dan kontribusinya akan sangat besar untuk tenaga kerja dan lain-lain.
“Jadi soal anggaran, efisiensi, dan sebagainya bisa kita kelola dengan baik. Karena memang harus efisien, kitabisajuga melakukan public-private partnership untuk pemajuan kebudayaan, ekonomi dan lain-lain,” ujar Fadli Zon dalam Keterangannya, Kamis (1/5/20225).
Fadli Zon juga mengajak para wali kota untuk menjadikan budaya sebagai prioritas utama dalam pembangunan kota. Dia menyebut budaya tidak boleh ditempatkan di belakang, melainkan harus menjadi etalase utama sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara maju.
“Baru pertama kali dalam 79 tahun Republik Indonesia mempunyai Kementerian Kebudayaan. Artinya Pak Prabowo melihat pentingnya kebudayaan kita ke depan sebagai satu fondasi,” tuturnya.
“Adacultural capital, ada the power of culture, dan ke depan ini, menurut saya akan sangat penting. Karena setelah Sustainable Development Goals, (SDGs) perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akanmenjadikan the power of culture sebagai tujuannya,” sambungnya.
Lewat keberagaman, Menbud Fadli meyakini bahwa kekayaan budaya bangsa akan menjadi kekuatanpemersatu. “Ini di Komisariat Wilayah 1 saja, kekayaan budayanya luar biasa,” ucapnya.
“Dari mulai ekspresi budaya, tarian, musik, tradisi lisan, manuskrip, permainan tradisional. Tapi sayang sekali masih banyak daerah yang cagar budaya tingkat nasional ini baru beberapa,” imbuhnya.
Menbud Fadli juga menyampaikan bahwa di Indonesia juga terdapat jaringan Kota Pusaka, sehingga harapannya kota yang berada di Komwil I juga sudah terlibat.
“Bagi kota yang belum termasuk dalam jaringan Kota Pusaka tentunya diharapkan mulai ikut dalam jejaring tersebut, dan bermanfaat bagi kerja sama di dalam upaya pemajuan kebudayaan,” terangnya.







