TANGSELXPRESS – Donut Factory yang terletak di Kawasan Serpong Jaya, Tangerang Selatan kini tidak hanya menghadirkan menu camilan manis seperti Lava donat, donat coklat, donat keju, donat red velvet dan donat mochi, namun ada sesuatu yang baru dan seru dihadirkan di sini. Apakah itu?

Ya, Donut Factory juga mengeluarkan menu makanan utama atau main course dengan sentuhan khas ala Western dan Indonesia seperti Lasagna, Fettuchini, Pizza, Cream Soup, Bulgogi, nasi goreng dan nasi ayam pok pok sambal matah bagi pengunjung yang ingin makan siang dan menghabiskan waktu nongkrong di Donut Factory.
“Tujuannya, kami ingin pengunjung setelah nyemil tetap stay di sini untuk makan siang, jadi nggak perlu kemana-mana lagi,” kata Tammy, salah satu pemilik Donut Factory.
Acara yang digelar pada Sabtu siang, 26 April 2025 ini tidak hanya memperkenalkan rentetan menu baru tetapi sekaligus juga meluncurkan Eazy Baking, di mana para tamu yang mayoritas adalah ibu-ibu akan diajak belajar membuat kue (baking) dengan konsep ‘anti gagal’.
Donut Factory yang dipiawai oleh tiga pemilik yakni, Ermey Tristiarty, Indriani Pribatami dan Mochammad Ihsan ini menghadirkan konsep Eazy Baking dengan tujuan untuk memberdayakan para pelaku UMKM agar bisa membuat produk kue dan baking dengan mudah tanpa takut mahal dan gagal.

“Kelas ini nantinya akan dibuka untuk umum terutama UMKM, kami akan mengarahkan mereka untuk bisa membuat kue dengan biaya yang murah dan mudah, jadi nggak takut gagal,” ungkap Tammy.
Nantinya, lanjut Tammy, peserta bisa mengikuti Eazy Baking dengan minimal grup 4 orang hinggal maksimal 10 orang. Tema dan biaya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kelompok.

“Misalnya, kami diminta untuk bikin tema kue dan biaya tertentu sesuai kemampuan peserta, kami akan pikirkan. Saya estimasi budget per orang untuk mengikuti eazy baking ini paling mahal Rp500.000, itu sudah kelas premium, semua bahan kami yang sediakan, kalo diluaran bisa sampa jutaan,” ucapnya.
Kemeriahan acara tersebut ditutup dengan demo Eazy Baking membuat kue brownies batik berdurasi satu jam, yang diikuti oleh para ibu-ibu yang sangat antusias dan tidak sabar menantikan praktik baking mudah dan anti gagal.







