TANGSELXPRESS – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Doha, Qatar mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Turkiye dan kunjungan resmi ke beberapa negara di Timur Tengah.
Kunjungan ini ditandai dengan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani. Pertwmuan berlangsung di Istana Amiri Diwan.
Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut hadir dalam upacara kenegaraan
di Istana Amiri Diwan dan bertemu dengan Menteri Kebudayaan Qatar, Sheikh Abdulrahman
bin Hamad Al-Thani untuk berdiskusi tentang pentingnya memperkuat hubungan di bidang
kebudayaan.
Indonesia dan Qatar memiliki visi yang sama untuk mengamplifikasi kekuatan
budaya sebagai fondasi penting dalam membangun pemahaman lintas bangsa dan
selanjutnya kerja sama budaya antara Indonesia dan Qatar dapat menjadi contoh kemitraan
dunia Islam yang saling memperkaya.
“Indonesia memandang kebudayaan sebagai kekuatan diplomasi lunak (soft power) yang
strategis. Sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan kekayaan budaya yang luar biasa,
kami berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan Qatar dalam membangun jejaring budaya global yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang damai, beradab, dan penuh toleransi,” ujar Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Qatar Sheikh Abdulrahman bin Hamad Al-Thani menyambut baik hal ini
dan berharap kebudayaan dapat berkontribusi dapat mempererat hubungan bilateral kedua
negara.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli Zon juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong investasi di bidang kebudayaan dan
mengembangkan industri kreatif berbasis budaya sebagai fondasi dalam memperkuat
ekonomi budaya. Strategi ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan nasional
sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Kebudayaan RI, sebagai institusi yang mengawal arah kebijakan kebudayaan nasional, memegang posisi strategis dalam memperkuat identitas bangsa, nasionalisme, mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, serta menjalin diplomasi budaya antarnegara melalui jembatan budaya.
“Dengan mengolah potensi budaya secara berkelanjutan, kita tidak hanya melestarikan
budaya, tapi juga menciptakan nilai tambah budaya yang mampu menggerakkan roda
perekonomian nasional. Di era global ini, budaya mendorong pertumbuhan industri kreatif,
pariwisata, dan tentunya memperkuat identitas nasional. Dengan mengarusutamakan
kebudayaan, kita membangun bangsa yang tangguh secara ekonomi, berakar secara historis, qdan terbuka secara global,” tegas Menteri Fadli Zon.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pembicaraan tersebut, Indonesia dan Qatar sepakat untuk
menyusun Nota Kesepahaman di bidang kebudayaan yang selanjutnya akan menjadi dasar hukum dan kerangka strategis bagi pengembangan kerja sama jangka menengah dan panjang yang lebih terstruktur dan saling menguntungkan di bidang kebudayaan.
“Saya berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan
Qatar melalui diplomasi budaya, serta membuka peluang kerja sama yang konkret,
berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap pembangunan serta kesejahteraan,” tukas Fadli Zon.







