TANGSELXPRESS- Seorang sopir angkot berinisial TS (48) ditemukan tewas di dalam angkot miliknya di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (4/4). TS ditemukan meninggal di dalam angkot trayek S10 jurusan Ciputat-Pd. Betung.
TS ditemukan tewas di dalam angkotnya yg ngetem di Jalan Juanda, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada pukul 14.00 WIB. TS dikabarkan menarik angkot dalam keadaan sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Almarhum TS ditemukan meninggal di dalam angkot dengan nomor polisi B 1996 WTX trayek Ciputat-Pondok Betung. Almarhum dikenal sebagai pejuang dalam memberi nafkah kepada keluarganya, namun sakitnya telah merenggut nyawanya,” ujar Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang AS.
Peristiwa itu bermula saat istri korban merasa cemas karena TS tidak mengaktifkan ponselnya dan tidak pulang ke rumah sepanjang malam. Ilham, anak dari korban, berusaha mencari ayahnya di tempat biasanya TS menunggu penumpang.
“Anak korban mendapat instruksi dari ibunya untuk mencari ayahnya yang tidak kunjung pulang serta tidak aktif ponselnya sejak semalam. Ilham melakukan penelusuran ke tempat ngetem yang biasa ayahnya lakukan,” paparnya.
Ilham kemudian mencoba menghubungi TS melalui telepon, tapi sayangnya ponsel korban tidak aktif. Hingga pada akhirnya, Ilham menerima informasi bahwa angkot yang dikemudikan ayahnya sedang berhenti di depan SPBU di dekat salah satu mal.
“Dengan putus asa mencoba nomor ayahnya, namun tak ada respons, Ilham menanyakan kepada para sopir angkot lain yang biasa beroperasi di daerah Pondok Betung. Mereka memberitahu bahwa angkot ayahnya sedang berhenti di depan pompa bensin sebelah Mega Mal, lalu bergegas ke lokasi kejadian,” terangnya.
Bambang menceritakan bahwa ketika sampai di lokasi kejadian, Ilham melihat ayahnya tergeletak tak berdaya di kursi depan angkot. Ilham meminta bantuan kepada petugas keamanan SPBU untuk memeriksa keadaan TS yang ternyata sudah meninggal dunia.
“Tanpa pikir panjang, Ilham menuju ke angkot dan menemukan ayahnya dalam keadaan tak bernyawa di kursi depan. Setelah itu, ia meminta tolong kepada petugas keamanan SPBU, dan saat diperiksa, kondisi TS sudah tak ada tanda-tanda kehidupan. Petugas lalu segera menghubungi piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Ciputat Timur,” jelasnya.
Bambang menyebutkan bahwa tim piket Polsek Ciputat Timur di bawah pimpinan Pawas Iptu Edi Purwanto segera menghubungi tim identifikasi dari Polres Tangerang Selatan untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenazah TS. Selanjutnya, dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kontak pun langsung dilakukan dengan tim identifikasi dari Polres Tangerang Selatan. Tak lama kemudian, tim identifikasi dari Polres Tangerang Selatan dipimpin oleh Padal Ipda Dody Hendro Wicaksono tiba di TKP sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka langsung mengevaluasi TKP bersama tim piket fungsi Polsek Ciputat Timur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dia menambahkan bahwa keluarga korban menyatakan bahwa TS telah lama mengidap penyakit diabetes dan gangguan paru-paru.
“Tidak ada jejak kekerasan yang ditemukan pada jenazah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah lama menderita penyakit diabetes dan masalah pernapasan,” tandasnya. (Arg)







