TANGSELXPRESS – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengimbau pemudik mengendalikan kecepatan saat melintas di jalur Cipularang mengingat kontur jalan yang bergelombang sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Hal tersebut disampaikan Agus saat meninjau jalur penyelamat di Tol Cipularang KM 92 pada hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Selasa (25/3/2025).
“Pengguna jalan betul-betul mematuhi peraturan lalu lintas jangan sampai overspeed, tidak usah tergesa-gesa. Polantas negara hadir untuk melayani semuanya,” ungkap Agus Suryonugroho dikutip pada Kamis (27/3/2025).
Selain memperhatikan kecepatan, lanjut Agus, pengguna jalan yang melintasi jalur Tol Cipularang harus mewaspadai titik-titik yang menjadi troublespot dan blackspot. Oleh karenanya, jalur penyelamat disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan dan juga menekan fatalitas korban.
“Tempat-tempat yang terjadi troublespot dan blackspot saya datangin di ini KM 91 ya, ini penyelamat, beberapa hari terjadi bukan kecelakaan tapi difungsikan kemarin karena jarang jarang dipakai agak keras sekarang sudah diperbaiki,” tuturnya.
“Kemarin jalur jalur penyelamat juga sudah siap semua , di samping jalur tol termasuk juga rest area-rest area yang jadi tempat persinggahan para pengendara,” sambungnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kakorlantas menuturkan bahwa terjadi kenaikan sebesar 30 persen arus lalu lintas yang meninggalkan Jakarta selama tiga hari pelaksanaan Operasi Ketupat terhitung sejak tanggal 23 Maret kemarin dibandingkan dengan tahun lalu.
“H-10 kita bandingkan yang meninggalkan Tol Trans Jawa ada peningkatan dibandingkan tahun lalu itu 37 persen, di hari kedua 22,5 persen, jadi komparasinya selama 3 hari itu yang keluar dari Jakarta baik yang Cikupa dan Trans Jawa itu sudah hampir 30 persen,” terangnya.
“Artinya sudah terurai dari awal, moga-moga nanti pada saat hari H atau H-3 pada prediksi puncaknya kami sudah bisa kita kelola lebih baik,” imbuhnya.







