TANGSELXPRESS – Kecelakaan bus umrah di Arab Saudi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Eny Soedarwati. Anggota DPRD Bojonegoro, Jawa Timur itu turut menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan bus umrah di Wadi Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis (20/3).
Tragis terjadi saat Eny menjalankan ibadah umrah bersama putranya, Agung, dan keponakannya, Fabian.
Bus yang membawa 20 penumpang itu mengalami tabrakan hebat hingga terguling dan terbakar. Akibat kecelakaan bus umrah tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Dikutip dari Beritasatu.com, suasana duka menyelimuti rumah keluarga Eny Soedarwati. Karangan bunga dari kerabat dan kolega tampak memenuhi kediamannya. Hingga kini, keluarga korban masih berduka dan belum dapat memberikan banyak keterangan.
Jenazah Eny Soedarwati telah dimakamkan di Arab Saudi pada Jumat (21/3). Pihak keluarga memutuskan untuk tidak memulangkan jenazah demi mempercepat proses pemakaman.
“Kemarin setelah berdiskusi dengan keluarga, kami memutuskan untuk memakamkannya di sana (Arab Saudi). Kasihan kalau jenazah terlalu lama dibawa pulang,” ujar Agung Hari, adik Eny Soedarwati sekaligus ayah dari Fabian.
Agung juga mengungkapkan bahwa ia bersama istrinya akan berangkat ke Arab Saudi untuk menjenguk korban selamat, termasuk anaknya, Fabian, yang mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Alhamdulillah, anak saya Fabian selamat, hanya mengalami luka-luka dan sudah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Saya dan istri akan segera berangkat ke sana, didampingi biro travel Madani Alam Semesta,” tutur Agung.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan bus umrah ini terjadi di jalur Wadi Qudeid (Madinah-Mecca Road). Bus yang membawa Eny Soedarwati beserta penumpang lainnya terguling dan terbakar. Dari total korban, enam orang meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, pihak berwenang Arab Saudi masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus umrah tersebut.







