TANGSELXPRESS – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengizinkan perangkat daerah seperti pengurus RT-RW di Jakarta untuk meminta dan mengumpulkan tunjangan hari raya (THR) Idulfitri kepada warga maupun pihak-pihak swasta.
Menurutnya, tradisi memberikan THR kepada petugas keamanan dan kebersihan yang telah berjasa bagi lingkungan merupakan hal wajar dan sudah lama terjadi.
Namun, Rano melarang pengurus RT-RW meminta uang THR dengan cara memaksa dan mengarah pada premanisme.
“Kalau ada laporan terkait pemaksaan atau tindakan yang meresahkan warga, kami akan tindak tegas. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Rano, Minggu, 16 Maret 2025.
Rano pun mengimbau masyarakat untuk melaporkan segala bentuk intimidasi atau pemaksaan terkait pengumpulan THR kepada pihak berwenang.
Selain itu, diharapkan partisipasi warga dalam memastikan tradisi berbagi tetap dilakukan dengan semangat gotong royong dan tanpa unsur paksaan.
Pria yang akrab disapa Doel itu menilai wajar bila pengurus RT-RW ingin mengumpulkan THR untuk diberikan kepada petugas keamanan hingga kebersihan di lingkungan permukimannya. Namun, jangan sampai dilakukan secara berlebihan.
“Itu juga normal tapi ada ketentuan, jangan gila-gilaan, enggak boleh itu. Kayak petugas sampah. Di kompleks-kompleks pasti begitu. Pasti di-collect begitu,” ucap Rano.
Seperti diketahui, surat permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) yang disebar RW 02 Jembatan Lima, Jakarta Barat, ke 30-40 perusahaan membuat gaduh.
Permintaan THR itu dikirimkan ke perusahaan yang setiap hari datang ke Jalan Laksa RW 02, Jembatan Lima, untuk melakukan bongkar muat barang. Sekretaris RW 02 Jembatan Lima, Febri membenarkan adanya surat permohonan THR tersebut.
“Benar itu benar, memang dari pihak pengurus RW yang mengeluarkan. Tapi perlu digarisbawahi itu kita bukan untuk ke warga, tapi ke pengguna jasa parkir dari pemilik perusahaan-perusahaan yang mengirim barang ke sini,” kata Febri kepada wartawan, Kamis, 13 Maret.
Febri mengatakan, di surat tersebut ditujukan ke pengguna jasa parkir di Jalan Laksa.
“Di suratnya pengguna jasa parkir di Jalan Laksa. Jadi ini PT-PT dari luar mereka ngirim ke sini. Memang sudah setiap tahun kayak gitu, mereka ada kontribusinya buat wilayah. Karena kan sebenarnya jalanan punya warga, bukan untuk lahan parkir,” ujarnya.







