• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 6 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SERBA SERBI

Mengenal Tradisi Munggahan Jelang Ramadan

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Februari 23, 2025
in NEWS, SERBA SERBI
Reading Time: 3min read
Mengenal Tradisi Munggahan Jelang Ramadan
367
SHARES
3.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Tradisi Munggahan adalah salah satu kebiasaan masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia, yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Kata “munggah” dalam bahasa Sunda berarti “naik” atau “menaiki”, yang dalam konteks ini bermakna menaikkan diri ke tingkat spiritual yang lebih tinggi sebagai persiapan menyambut bulan penuh berkah.

Asal Usul dan Sejarah Tradisi Munggahan

  1. Pengaruh Islam di Tanah Sunda
    Sejak abad ke-15, saat ajaran Islam mulai menyebar di wilayah Nusantara, termasuk di tanah Sunda, masyarakat mulai mengadopsi berbagai ritual Islam dalam kehidupan sehari-hari. Munggahan menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap datangnya bulan Ramadan, di mana masyarakat mulai mempersiapkan diri secara spiritual.

  2. Nilai Kearifan Lokal Sunda
    Sebelum Islam datang, masyarakat Sunda sudah memiliki tradisi menghormati alam dan leluhur. Ketika Islam mulai masuk, tradisi tersebut diselaraskan dengan nilai-nilai Islam, seperti silaturahmi, ziarah kubur, dan doa bersama. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ajaran agama dan budaya lokal.

  3. Makna Filosofis dalam Bahasa Sunda
    Kata “munggah” berarti naik atau meningkatkan. Dalam konteks Ramadan, munggahan melambangkan peningkatan diri, baik dari segi ibadah, spiritualitas, maupun hubungan sosial. Tradisi ini mengajarkan untuk “naik kelas” secara rohani dalam menyambut bulan yang penuh berkah.

  4. Tradisi Zaman Kerajaan Sunda
    Ada yang meyakini bahwa praktik serupa munggahan sudah dilakukan sejak zaman Kerajaan Sunda kuno, meskipun belum berkaitan dengan Ramadan. Upacara-upacara adat dilakukan untuk membersihkan diri dan memohon berkah dari leluhur. Ketika Islam mulai menyebar, tradisi ini disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

BACA JUGA :  Wali Band Konsisten Rilis Lagu Religi saat Ramadan

Makna Tradisi Munggahan

Munggahan merupakan momen untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun batin, agar siap menjalankan ibadah puasa dengan hati yang suci. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.

Asal-usul tradisi Munggahan berkaitan erat dengan budaya dan kepercayaan masyarakat Sunda di Jawa Barat, yang mengakar dari nilai-nilai Islam yang dipadukan dengan kearifan lokal. Meskipun tidak secara langsung berasal dari ajaran Islam, tradisi ini berkembang sebagai bentuk adaptasi masyarakat Sunda dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Hidangan Khas Tradisi Munggahan

Setiap daerah di Sunda mungkin memiliki variasi makanan yang berbeda, tapi beberapa hidangan berikut ini sering disajikan:

  • Nasi Liwet 
    Nasi gurih yang dimasak dengan santan, disajikan dengan lauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, dan sambal. Biasanya disantap bersama di atas daun pisang.

  • Pepes Ikan 
    Ikan yang dibumbui rempah khas Sunda, dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dibakar.

  • Ayam Bakar 
    Ayam yang dibumbui dengan rempah manis gurih khas Sunda, dibakar hingga matang sempurna.

  • Lalapan dan Sambal 
    Sayuran segar seperti mentimun, kol, dan kemangi, disajikan dengan sambal terasi.

  • Kue Tradisional 
    Seperti kue lupis, klepon, atau dodol garut yang sering menjadi hidangan penutup.

BACA JUGA :  Kata Bang Pilar, Tahun Depan Insentif RW dan RT Bakal Naik
Tags: RamadanTradisi Munggahan
Previous Post

Sambut Ramadan, Menag Ajak Doakan Keluarga yang Sudah Wafat

Next Post

PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri

Related Posts

Reformasi Jilid Baru! Presiden Prabowo Bidik Polri hingga Lembaga Penegak Hukum
TANGERANG SELATAN

Reformasi Jilid Baru! Presiden Prabowo Bidik Polri hingga Lembaga Penegak Hukum

Mei 6, 2026
2.1k
Pilar Tinjau Proyek di Jalan Ciater Tangsel, Tekankan Kepatuhan Perizinan dan Pengendalian Dampak Lingkungan
TANGERANG SELATAN

Pilar Tinjau Proyek di Jalan Ciater Tangsel, Tekankan Kepatuhan Perizinan dan Pengendalian Dampak Lingkungan

Mei 6, 2026
2.6k
Bencana Longsor di Agam Telan Satu Korban Jiwa, Enam Warga Luka-luka
DAERAH

Bencana Longsor di Agam Telan Satu Korban Jiwa, Enam Warga Luka-luka

Mei 6, 2026
2.1k
Clara Shinta Cari Keadilan ke Komnas Perempuan usai Disomasi Wanita Terduga Pelakor
SELEBRITI

Clara Shinta Cari Keadilan ke Komnas Perempuan usai Disomasi Wanita Terduga Pelakor

Mei 6, 2026
2.3k
Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang
ADVERTORIAL

Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Mei 6, 2026
3.9k
10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi
NASIONAL

10 WNI Tersandung Kasus Haji Ilegal, Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Intervensi

Mei 6, 2026
2.2k
Next Post
indra sjafri

PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com