• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MOTIVASI & INSPIRASI

Mengenal Tradisi Munggahan Jelang Ramadan

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Februari 23, 2025
in MOTIVASI & INSPIRASI, NEWS
Reading Time: 3min read
Mengenal Tradisi Munggahan Jelang Ramadan
367
SHARES
3.5k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Tradisi Munggahan adalah salah satu kebiasaan masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia, yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Kata “munggah” dalam bahasa Sunda berarti “naik” atau “menaiki”, yang dalam konteks ini bermakna menaikkan diri ke tingkat spiritual yang lebih tinggi sebagai persiapan menyambut bulan penuh berkah.

Asal Usul dan Sejarah Tradisi Munggahan

  1. Pengaruh Islam di Tanah Sunda
    Sejak abad ke-15, saat ajaran Islam mulai menyebar di wilayah Nusantara, termasuk di tanah Sunda, masyarakat mulai mengadopsi berbagai ritual Islam dalam kehidupan sehari-hari. Munggahan menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap datangnya bulan Ramadan, di mana masyarakat mulai mempersiapkan diri secara spiritual.

  2. Nilai Kearifan Lokal Sunda
    Sebelum Islam datang, masyarakat Sunda sudah memiliki tradisi menghormati alam dan leluhur. Ketika Islam mulai masuk, tradisi tersebut diselaraskan dengan nilai-nilai Islam, seperti silaturahmi, ziarah kubur, dan doa bersama. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ajaran agama dan budaya lokal.

  3. Makna Filosofis dalam Bahasa Sunda
    Kata “munggah” berarti naik atau meningkatkan. Dalam konteks Ramadan, munggahan melambangkan peningkatan diri, baik dari segi ibadah, spiritualitas, maupun hubungan sosial. Tradisi ini mengajarkan untuk “naik kelas” secara rohani dalam menyambut bulan yang penuh berkah.

  4. Tradisi Zaman Kerajaan Sunda
    Ada yang meyakini bahwa praktik serupa munggahan sudah dilakukan sejak zaman Kerajaan Sunda kuno, meskipun belum berkaitan dengan Ramadan. Upacara-upacara adat dilakukan untuk membersihkan diri dan memohon berkah dari leluhur. Ketika Islam mulai menyebar, tradisi ini disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

BACA JUGA :  Arif Reza Fahlepi sampaikan Tips Mudik yang Aman dan Nyaman

Makna Tradisi Munggahan

Munggahan merupakan momen untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun batin, agar siap menjalankan ibadah puasa dengan hati yang suci. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.

Asal-usul tradisi Munggahan berkaitan erat dengan budaya dan kepercayaan masyarakat Sunda di Jawa Barat, yang mengakar dari nilai-nilai Islam yang dipadukan dengan kearifan lokal. Meskipun tidak secara langsung berasal dari ajaran Islam, tradisi ini berkembang sebagai bentuk adaptasi masyarakat Sunda dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Hidangan Khas Tradisi Munggahan

Setiap daerah di Sunda mungkin memiliki variasi makanan yang berbeda, tapi beberapa hidangan berikut ini sering disajikan:

  • Nasi Liwet 
    Nasi gurih yang dimasak dengan santan, disajikan dengan lauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, dan sambal. Biasanya disantap bersama di atas daun pisang.

  • Pepes Ikan 
    Ikan yang dibumbui rempah khas Sunda, dibungkus daun pisang, lalu dikukus atau dibakar.

  • Ayam Bakar 
    Ayam yang dibumbui dengan rempah manis gurih khas Sunda, dibakar hingga matang sempurna.

  • Lalapan dan Sambal 
    Sayuran segar seperti mentimun, kol, dan kemangi, disajikan dengan sambal terasi.

  • Kue Tradisional 
    Seperti kue lupis, klepon, atau dodol garut yang sering menjadi hidangan penutup.

BACA JUGA :  Viral! Polisi Patwal Diduga Tendang Pemotor di Puncak, Polres Bogor Minta Maaf
Tags: RamadanTradisi Munggahan
Previous Post

Sambut Ramadan, Menag Ajak Doakan Keluarga yang Sudah Wafat

Next Post

PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
indra sjafri

PSSI Resmi Pecat Indra Sjafri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com