• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Sesal Kabur

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Februari 21, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 2min read
dahlan iskan

Foto ilustrasi: Disway

108
SHARES
3.1k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

Akhirnya saya kabur juga: ke Ethiopia. Saya tinggalkan istri dan cucu di Makkah dengan air mata. Air mata istri. Apa boleh buat. Toh ada Mas Bajuri, Inul Daratista, dan tim mereka. Istri dan cucu bisa pulang ke Jakarta bersama mereka.

Semua itu demi perusuh Disway. Saya ingat komentar ini: saya harus ke Ethiopia. Alasannya: saya harus melihat sendiri apakah benar negara termiskin di dunia itu sekarang sudah maju. Mungkinkah Ethiopia bisa mengejar kita –mumpung yang dikejar belum mau lari.

Saya pun tidak minta izin istri. Toh saya bisa minta maaf: beberapa jam sebelum harus berangkat. Tiket sudah di tangan. Lebih baik minta maaf daripada minta izin.

Penerbangan dari Jeddah ke Addis Ababa hanya dua jam. Anda sudah tahu: hanya menyeberangi Laut Merah. Saya pun membayangkan pesawatnya pasti hanya tipe Boeing B737 atau Airbus A321.

BACA JUGA :  Kenaikan PPN 12 Persen Picu Naiknya Inflasi dan Turunnya Daya Beli

Saya sengaja pilih terbang dengan Ethiopian Airlines. Sekaligus ingin tahu apakah perusahaan penerbangannya sudah mencerminkan perubahan itu. Sekaligus ingin membandingkannya dengan Garuda Indonesia.

Sebenarnya waktu boarding-nya jelek sekali: pukul 03.40. Itu jam enak-enaknya tidur. Berarti saya sudah harus berangkat dari Makkah jam 01.00. Padahal saya tidak bisa tidur cepat. Masih ada acara makan malam dengan seluruh anggota rombongan umrah.

Makan malam itu di Aziziyah. Yakni bagian dari kota Makkah yang tidak lagi tanah haram (tanah suci). Sambil makan nasi briyani saya berpikir: inilah malam yang akan sangat kurang tidur. Karena itu jangan banyak makan. Juga karena lelah: baru saja tawaf –dua hari berturut-turut.

BACA JUGA :  DISWAY: Krisis Bius

Penerbangan ke Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, masih harus dari Bandara Jeddah yang lama. Anda tahu sendiri seperti apa. Penumpangnya masih harus diangkut pakai bus. Di dalam bus saya mencicil kaget: pesawatnya ternyata berbadan lebar. Airbus A-350. Bukan jenis B737 atau A321.

Benarlah yang saya baca di media: Ethiopian Airlines maju sekali. Sudah berbeda dengan ET yang dulu. Ethiopian kini sudah punya 20 buah pesawat A350 –sedang Garuda baru pernah akan punya.

ET ternyata juga sudah punya Boeing B777 sebanyak 20 pesawat. Lalu B787 sebanyak 10 buah. Total ET punya 151 pesawat. Pesawat-pesawat berbadan lebar itu untuk melayani 150 rute internasionalnya. Termasuk rute Addis Ababa-Bangkok-Jakarta yang kelak akan saya gunakan untuk menyusul istri ke Jakarta.

BACA JUGA :  DISWAY: Wanita Global

Awalnya saya ragu bisa kabur ke Ethiopia. Tidak pernah ada gambaran ke sana. Sampai tiba saatnya saya baca berita: untuk ke Ethiopia tidak perlu punya visa. Cukup pakai visa on arrival. Bayarnya pun murah: hanya USD 60.

Maka, horeeee…, saya bisa kabur ke Addis Ababa.

Lelah dan ngantuk tapi asyik saja. Apalagi duta besar kita di Ethiopia adalah wartawan. Penulis. Termasuk sering menulis di Jawa Pos. Pasti lebih asyik bertemu beliau nanti: Al Busyra Basnur. Orang Awak. Sudah jadi wartawan sejak masih SMA di Ranah Minang.

Dahlan Iskan bersama dubes Al Busyra Basnur dan istri. Foto: Disway
Dahlan Iskan bersama dubes Al Busyra Basnur dan istri. Foto: Disway

Saya belum tahu akan berapa lama di Ethiopia. Terlalu banyak yang menarik di sini. Rasanya inilah kabur yang tidak akan disesali.(*)


Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandiswayethiopian arlinesGaruda Indonesia
Previous Post

Tewaskan Korbannya, Pelaku Penjambretan di Tangsel Diringkus Polisi

Next Post

Hasto Kristiyanto Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Hasto Kristiyanto Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Hasto Kristiyanto Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Harun Masiku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com