TANGSELXPRESS – Geger terjadi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (13/1). Ledakan hebat terjadi di sebuah rumah milik polisi bernama Yudi. Dalam peristiwa itu, dua orang tewas yang diketahui bernama Luluk (32 dan bayinya Kafa (2)
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terkena ledakan keras dan tertimpa reruntuhan material rumah. Keduanya adalah tetangga dari rumah polisi yang meledak.
Yang menyedihkan, saat ditemukan, ibu dan anak tersebut berada di bawah reruntuhan tembok dalam posisi berpelukan.
Dikutip dari Beritasatu.com, ledakan yang terdengar hingga radius dua kilometer ini tidak hanya merusak rumah milik Yudi, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada empat rumah lainnya di sekitar lokasi. Genting rumah-rumah tersebut rontok akibat dahsyatnya ledakan.
“Ledakannya parah, genting rumah saya juga hancur. Baunya seperti bau belerang,” ujar Subhan, salah satu warga setempat yang turut membantu proses evakuasi.
Saat ledakan rumah polisi di Mojokerto terjadi, rumah milik Yudi dalam kondisi kosong. Sementara itu, di rumah sebelahnya, Luluk dan Kafa sedang berada di dalam. Subhan, saksi mata yang mendengar ledakan, berusaha masuk ke lokasi untuk menyelamatkan korban.
“Bunyi ledakan keras sekali. Saya dengar ada suara anak kecil minta tolong, tetapi pintunya tidak bisa dibuka. Setelah saya dorong, saya lihat ada dua orang di bawah reruntuhan tembok,” ungkap Subhan.
Kedua korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawa mereka tidak tertolong.
Usai ledakan, beberapa warga mencium bau menyengat yang menyerupai belerang di lokasi kejadian. “Penyebabnya belum diketahui, tapi baunya seperti belerang,” tambah Subhan.
Pihak kepolisian dan tim forensik telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan sumber ledakan rumah polisi di Mojokerto.
Tabung Elpiji
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, rumah yang menjadi pusat ledakan tersebut diketahui kosong saat kejadian. Rumah yang runtuh juga berdampak pada rumah di sebelahnya.
“Kejadian di salah satu rumah, kebetulan rumah tersebut kosong. Rumah tersebut runtuh dan rumah di sebelahnya juga terdampak. Akibat peristiwa tersebut ada dua orang yang sudah tidak bernyawa lagi,” katanya di lokasi kejadian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, ditemukan tabung elpiji tiga kilogram dan beberapa barang elektronik. Ihram menambahkan pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti yang dapat membantu penyelidikan lebih lanjut.
“Pemilik rumah sedang dilakukan pemeriksaan. Mohon waktu, saya lakukan pendalaman dahulu. Tidak ada korban selain dua orang yang meninggal,” tegas Ihram Kustarto.
Diketahui, rumah yang menjadi pusat ledakan tersebut milik seorang anggota polisi yang berdinas di Polsek Dlanggu sebagai bhabinkamtibmas. Pada saat kejadian, yang bersangkutan sedang bertugas.
“Saya sampaikan, rumah tersebut rumah milik rekan kami anggota bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu. Saat kejadian yang bersangkutan sedang berdinas,” pungkasnya.







