TANGSELXPRESS – Konflik ibu-anak antara Nikita Mirzani dan sang putri Laura Meizani terus berlanjut. Sebelumnya Laura dikabarkan telah melarikan diri dari Rumah Aman (Safe House) dan mendatangi kantor pengacara Razman Arif Nasution. Hal ini membuat konflik antara Nikita, Laura dan Razman pun kian memanas.
Akibatnya, saat ini Laura harus dipindahkan dari Rumah Aman ke tempat lain demi pemulihan mentalnya. Arif Razman Nasution menyebut Laura sudah ditempatkan di ruang VIP RS Polri.
Kuasa hukum Vadel Badjideh tersebut juga menuturkan fasilitas yang akan didapatkan oleh putri Nikita Mirzani, Laura Meizani alias Lolly yang kini dititipkan di Rumah Sakit Polri.
“Jadi tempat tersebut namanya ruangan VIP. Di situ, dia ada CCTV, dipantau gerakan dia dalam kamar,” kata Razman Arif Nasution dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin, (13/1/2025).
“Disitu difasilitasi dengan tempat tidur nyaman, kamar mandi bersih, tong sampah, televisi, kulkas, dan satu lemari kecil,” tambahnya.
Razman merasa bahwa fasilitas itu sudah cukup untuk membantu Lolly memulihkan kondisi psikisnya dari kasus yang melibatkan sang kekasih dan ibunya.
“Kalau rumah sakit, saya kira itu layak, VIP, tempat itu akan sangat respresentatif dan bisa me-recovery pikiran dia,” tutur Razman.
Sebelumnya, PLH Kasie Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi telah menjelaskan perihal putri Nikita Mirzani, Laura Meizani usai kabur dari rumah aman.
Usai diadakan rapat dengan KPAI dan PPA, pihak Polres Jakarta Selatan memutuskan untuk menitipkan Laura kepada Rumah Sakit Polri.
“Hasilnya yang didapat yaitu dari anak LM kita harus titipkan dulu karena psikisnya harus kita pulihkan dulu. Oleh karena itu LM kita titipkan RS Polri dulu. Untuk sementara ini,” jelas Nurma Dewi di Polres Jakarta Selatan, Jumat, (10/1/2025).
Nurma menjelaskan kalau hal ini dilakukan karena Laura masih banyak yang harus dipulihkan khususnya terkait psikologis.
“Jadi setelah rapat koordinasi kita menitipkan karena semua harus dipulihkan. Jelas yang bisa mengobati adalah dokter,” ucap Nurma.
“Untuk memerhatikan ada hak-hak anak yang harus kita penuhi termasuk juga perlindungan dari sisi kekerasan, karena dampak dari psikologis termasuk kekerasan psikologis,” tambahnya.







