• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 1 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Generasi Taruna

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Desember 5, 2024
in NEWS, OPINI
Reading Time: 4min read
disway generasi taruna
101
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

“Selamat ya… Anda sudah membuat sejarah.” Saya pun menyalaminya.

Tapi tetap saja Irfan Setiaputra diganti. Lebih cepat dari periode lima tahunnya sebagai dirut Garuda Indonesia.

Itu memang hak pemegang saham: direksi perusahaan bisa diganti kapan saja. Biar pun ia/dia berprestasi. Bahkan tanpa alasan sekali pun.

Saya bertemu Irfan Sabtu lalu. Yakni di satu acara keluarga: perkawinan Rivo, putra mantan Ketua Umum PWI Pusat Margiono dengan seorang dokter di BSD, dekat Jakarta.

Saya jadi saksi pihak laki-laki. Irfan saksi dari pengantin wanita –putri seorang pensiunan pilot asal Nias.

“Saya harus akui bahwa saya kalah taruhan dengan Anda,” kata saya kepadanya. “Saya pikir Garuda sudah tidak bisa diselamatkan. Ternyata Anda berhasil menyelamatkannya”.

Irfan tetap masih tinggi, jangkung, menjulang di antara yang hadir di acara itu. Di antara karangan bunga terlihat kiriman dari Wapres Gibran Rakabuming Raka.


—

“Harusnya Anda, setelah punya waktu, menulis buku di balik sukses penyelamatan Garuda. Akan sangat menarik dan diperlukan sebagai bahan pelajaran bagi para pimpinan perusahaan,” kata saya.

“Rasanya tidak mungkin ditulis. Terlalu banyak trik yang harus tetap disimpan sampai kapan pun,” bisiknya.

Saya tidak tahu trik apa saja yang dilakukan. Saya hanya bisa memperkirakan: pemerintah ikut turun tangan secara all out. Khususnya Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkeu Sri Mulyani.

DPR-nya juga tidak bersikap oposisi. Semua skenario terbaik bisa dilaksanakan.

Skenario itu: pailitkan saja Garuda. Ajukan gugatan pailit ke pengadilan niaga. Yang maju bisa Garuda sendiri –mempailitkan diri.

BACA JUGA :  DISWAY: Mini Ekspose

Bisa juga pihak lain yang “dirayu” Garuda agar mau mempailitkan Garuda. Rayuan seperti itu tentu harus dilakukan secara rahasia. Secara legal itu tidak boleh dilakukan, tapi di dalam kenyataan di lapangan sering sekali terjadi.

Setelah perkara masuk di pengadilan, tinggal dua kemungkinan. Garuda dinyatakan pailit atau terjadi perdamaian.

Kalau Garuda dinyatakan pailit maka seluruh harta Garuda dilelang. Hasil lelang dibagi ke para kreditur secara proporsional.

Kenyataannya aset Garuda sangat kecil. Padahal utangnya sekitar Rp 180 triliun. Kalau aset itu dilelang lebih tidak bernilai lagi: harga lelang.

Maka tidak ada kreditur yang ingin Garuda pailit.

Pilihan lain: berdamai (homologasi). Para kreditur berdamai dengan Garuda.

Maka para kreditur bisa minta agar Garuda mengajukan usul: bentuk perdamaiannya seperti apa.

Di tahap itu Garuda berada di atas angin. Begitulah perusahaan. Yang punya utang lebih gagah dari yang diutangi. Juga lebih berkuasa. Bisa lebih mendikte. Maka, guyonnya, kalau punya utang sekalian yang luar biasa besarnya.

Atas perintah pengadilan, Garuda pun menyusun rencana perdamaian. Garuda mengajukan banyak syarat untuk mau berdamai. Pengadilan memberi waktu dua minggu. Rasanya itu tidak mungkin. Menyusun usulan perdamaian untuk utang hampir Rp 200 triliun tidak mungkin dalam dua minggu.

Garuda minta waktu lebih panjang: dua bulan. Pengadilan mengabulkan.

Saya bisa membayangkan betapa stres direksi Garuda di bulan-bulan itu. Betapa panjang jam kerja mereka. Malam bisa seperti siang dan siang tetap saja siang.

BACA JUGA :  28 Pendaki masih Terjebak di Gunung Marapi

Akhirnya Garuda berhasil merumuskan syarat perdamaian. Pertama: semua utang harus dipotong sampai 80 persen. Kecuali utang ke sesama BUMN.

Dengan demikian Garuda tinggal membayar 20 persennya.

Dapat potongan sebanyak sekitar Rp 140 triliun adalah prestasi direksi yang tidak boleh dilupakan.

Garuda masih mengajukan syarat lain: dari sisa 20 persen itu yang dua pertiganya dibayar dengan saham. Sedang yang sepertiganya harus mau dicicil selama 10 tahun.

Usulan itu ditawarkan kepada para kreditur. Siapa setuju, siapa menolak. Dilakukanlah pemungutan suara: 18 kreditur tidak mau menerimanya, 347 kreditur mau menerimanya. Berarti 5 persen menolak, 95 persen menerima.

Pengadilan pun membuat putusan: 22 Juni 2022. Putusannya: homologasi. Perdamaian.

Betapa sulit direksi Garuda “merayu” satu per satu kreditur yang akan memberikan suara di voting itu.

Merayu 347 perusahaan tidaklah mudah. Apalagi sebagian dari luar negeri. Mereka berhasil: 95 persen setuju atas syarat yang diajukan Garuda.

Dengan demikian utang yang perlu dicicil Garuda tinggal sekitar Rp 10 triliun. Atau kurang. Itu pun dibayarkan selama 10 tahun.

Dengan demikian Garuda menjadi sangat sehat. Beban pembayaran utangnya sangat kecil. Mustahil kalau tidak bisa mencicilnya selama 10 tahun.

Dirut baru Garuda, Wamildan Tsani Panjaitan, harus menjaga agar cicilan yang sudah kecil itu jangan sampai tidak mampu dibayar. Begitu gagal bayar otomatis Garuda pailit –kecuali ada dewa penolong seperti yang terjadi di Sritex, Solo.

BACA JUGA :  Kecoh Warga, Begini Trik Pelaku Mutilasi Buang Jasad Wanita Tanpa Kepala di Muara Baru

Tentu Tsani juga ingin membesarkan kembali Garuda. Kini armada Garuda sangat sedikit –banyak rute lama yang dihapus atau dikurangi jadwalnya.

Saya lihat orangnya mampu. Saya pernah berbincang bersama di satu acara di Bali. Apalagi ia sudah “magang” selama lebih setahun sebagai dirut Lion Air.

Umur Tsani baru 43 tahun. Ia pensiun muda dari TNI-AU dengan pangkat Kapten. Ia pilot pesawat tempur yang kemudian punya hak mengemudikan Boeing 737.

Tsani alumnus SMA Taruna Nusantara, Magelang. Meski berdarah Batak, Tsani kelahiran Wamena, pedalaman Papua. Maka Tsani menambah jumlah alumni Taruna Nusantara yang masuk jajaran elite di pemerintahan Prabowo Subianto.

Mungkin sudah ada lima generasi Taruna Nusantara yang ada di jajaran elite Prabowo.


Dirut Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan dan Menkomdigi Meutya Hafid, 3 Desember 2024.-Instagram Wamildan Tsani-

Yang kemudian juga jadi kasak-kusuk adalah: bagaimana nasib Pelita Air.

Awalnya Pelita dijadikan perusahaan penerbangan berjadwal hanya sebagai “cadangan” kalau-kalau Garuda pailit.

Ternyata Garuda bisa diselamatkan. Bisa kembali sehat. Hanya susunan pemegang sahamnya yang  berubah.

Kini Garuda dimiliki pemerintah 64,54 persen, Trans Airways 7,99 persen, publik 4,83 persen, dan saham konversi utang 22,63 persen.

Dengan kembali sehatnya Garuda, kini negara punya tiga maskapai penerbangan: Garuda, Pelita, dan Citilink. Tidak mudah kalau ada keinginan untuk menyatukan mereka. (*)

 

Tulisan ini sudah terbit di Disway.id

Tags: dahlan iskandisway
Previous Post

Pertamina Didorong Tingkatkan Produksi Minyak Guna Wujudkan Kemandirian Energi

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Waspada Angin Kencang

Related Posts

Helita Jadi Asisten Digital Warga Tangsel, Percepat Akses Layanan Publik
TANGERANG SELATAN

Helita Jadi Asisten Digital Warga Tangsel, Percepat Akses Layanan Publik

April 30, 2026
2.8k
Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi
TANGERANG SELATAN

Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi

April 30, 2026
2.9k
Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Hadirkan Pelayanan Publik Cepat, Mudah dan Adaptif
TANGERANG SELATAN

Tangsel One dan Helita Diluncurkan, Hadirkan Pelayanan Publik Cepat, Mudah dan Adaptif

April 30, 2026
2.7k
Kolaborasi Diskominfo-BPS Tangsel, Dorong Data Akurat dari Kelurahan
TANGERANG SELATAN

Kolaborasi Diskominfo-BPS Tangsel, Dorong Data Akurat dari Kelurahan

April 30, 2026
2.9k
BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% jadi ​Rp15,5 Triliun di Triwulan I 2026​
ADVERTORIAL

BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% jadi ​Rp15,5 Triliun di Triwulan I 2026​

April 30, 2026
4k
Imbas Insiden Bekasi Timur, KAI Hentikan Operasional KA Jarak Jauh dari Gambir-Pasarsenen
MEGAPOLITAN

Tragedi Kereta Bekasi: Ahli Waris Korban Meninggal Berhak Terima Santunan Rp50 Juta

April 30, 2026
2.2k
Next Post
hujan deres

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Waspada Angin Kencang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com