TANGSELXPRESS – Saat tiba-tiba demam melanda atau tubuh merasa nyeri, obat paracetamol biasanya menjadi penyelamat. Tapi, baru-baru ini media sosial tengah viral kabar es krim mengandung paracetamol. Aman kah?
Beberapa bulan lalu, beredar beberapa unggahan di media sosial yang mengklaim es krim mengandung paracetamol dijual di Belanda. Ini menjadikan pengobatan seolah-olah seperti hidangan penutup.
Namun, apakah mereka telah menciptakan perpaduan sempurna antara kenikmatan dan penyembuhan? Meskipun konsep ini terdengar aneh, rasanya terlalu buruk untuk dicicipi.
“Es krim yang mengandung paracetamol (500 mg) ditemukan di Belanda. Jika kamu sakit kepala, tidak perlu pergi ke apotek, cukup ambil semangkuk es krim,” tulis warganet di Facebook, seperti dilansir dari laman News18.
Mulanya, unggahan ini dibagikan pada 2018 silam. Namun, kini unggahan tersebut kembali viral di media sosial dan dibagikan sebanyak 66 ribu kali.
Tertulis dalam bahasa Spanyol, es krim tersebut diperkenalkan di Belanda dan menawarkan manfaat untuk mengatasi sakit kepala. Diduga pemilik dari toko es krim bernama Maddy menjelaskan dalam enam liter es krim mengandung 20 tablet obat, yang kemudian diberi perasa lemon.
Ide di balik penciptaan campuran es krim dengan paracetamol ini adalah sebagai ajang promosi sebuah acara pameran di pasar malam Belanda pada 2016. Es krim tersebut awalnya hanya dibuat untuk pameran dan tidak pernah dijual secara umum.
Selain itu, es krim tersebut tidak dirancang untuk diproduksi lebih dari sekali. Karena kekhawatiran dari pihak berwenang tentang dampaknya terhadap kesehatan, es krim ini pun segera ditarik dari pameran.
Beberapa laporan menyebutkan, es krim ini kabarnya dikembangkan sebagai penyembuhan bagi orang yang suka mabuk.
Meski demikian, es krim tersebut jelas tidak memenuhi kriteria lisensi resmi, karena menurut ahli medis konsumsi paracetamol memerlukan pemantauan dosis yang tepat dan sesuai.







