TANGSELXPRESS– Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangsel, Imam Fitra Ramadhan merasa geram terhadap kelompok yang mengaku sebagai santri Gusdur yang melakukan demo di depan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat.
Menurutnya, tidak ada sikap atau perilaku santri Gusdur yang seperti itu, apalagi berani melakukan demonstrasi di depan kantor PBNU yang merupakan pusat aktivitas para ulama NU.
“Kantor PBNU merupakan pusat aktivitas para ulama Nahdlatul Ulama dan mengganggu marwah NU dan para ulama, apa pun alasannya,’’ ujarnya dalam keterangan tertulisnya , Senin (5/8).
Imam merasa demonstrasi yang terjadi pada Jumat, (2/8) kemarin, tidak pantas terjadi karena mengganggu marwah NU dan para ulama, tanpa memandang motif yang ada.
Ditambah lagi, menurutnya tuntutan demo untuk mendorong Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf dan Sekjend PBNU H Saifullah Yusuf untuk mundur dari jabatannya yang akan habis pada tahun 2027, tidak masuk akal.
Sebelum terjadi demonstrasi susulan, Imam Fitra juga mengambil tindakan dengan memerintahkan anggota Banser Tangsel untuk bersiaga berjaga di PBNU sesuai arahan Ketua Umum PP GP Ansor.
“Jika ada lagi orang atau kelompok mana pun, mendemo PBNU, Ansor Tangsel siap menggebuk, karena sudah jauh melenceng dari nilai-nilai santri dan NU,” tandasnya.







