TANGSELXPRESS – Presiden Amerika Serikat Joe Biden dilaporkan semakin mempertimbangkan ‘mundur’ sebagai calon presiden untuk pemilihan presiden (Pilpres) bulan November mendatang,
Hal ini dipicu dengan semakin banyaknya anggota Partai Demokrat yang secara terbuka mengatakan peluang Joe Biden untuk menang pada pemilu bulan November nanti semakin berkurang.
Selain itu, pendonor utama untuk kampanye Joe Biden, dikabarkan enggan untuk terus mengalirkan dana.
Namun, hingga hari Jumat (19/7/2024), tidak ada indikasi dan perkembangan apapun yang menguatkan Biden akan mundur.
“Dia tetap mencalonkan diri dan bertekad menang. Apalagi, dia adalah bakal calon kuat, tidak ada rencana untuk calon alternatif,” kata Dan Kanninen, direktur kampanye Biden dalam sebuah pernyataan.
“Sudah saatnya kita berhenti berdebat satu sama lain,” Kanninen menambahkan. “Satu-satunya orang yang akan menang saat kita bersitegang adalah Donald Trump.”
Namun bilaman Biden mundur, Partai Demokrat harus cepat mengambil keputusan mengenai siapa yang akan menggantikannya dan bagaimana mekanismenya.
Skenario yang paling tepat adalah Biden mengajukan kandidat alternatif dan meminta para anggota delegasi untuk mengalihkan semua suara mereka kepada kandidate alternatif ini, pada Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, Illinois, bulan depan.
Hampir seluruh delegasi Partai Demokrat yang berjumlah 3.896 orang mendukung Biden setelah ia memenangkan hampir semua pemilihan pendahuluan dan kaukus.
Namun “janji” tersebut dapat diubah berdasarkan peraturan DNC yang mengizinkan “niat baik” untuk menentukan keputusan delegasi.
Wakil Presiden Kamala Harris akan menjadi pilihan logis untuk menyatukan suara delegasi. Dia sudah berada di urutan pertama dalam daftar ‘pengganti’ presiden.
Berdasarkan aturan pendanaan, Harris berhak membelanjakan dana untuk kampanye Biden-Harris, senilai $91 juta menurut laporan terakhir pada bulan Juni.
Menurut jajak pendapat baru dari Pusat Penelitian Urusan Publik, AP-NORC, 58 persen anggota Partai Demokrat berpendapat Harris akan menjadi presiden yang baik. Sementara 30 persen sebagian masyarakat AS berpendapat hal yang sama.
Namun, Partai Demokrat juga ingin menghindari kesan tidak demokratis, hanya karena menobatkan Harris sebagai penerus Biden dan akan mengadakan semacam pemilihan secara resmi, bila hal ini terjadi.







