• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Cek Kondisi Kesehatan Melalui Frekuensi Rutin BAB

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 19, 2024
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
2.1k
SHARES
3.4k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell Report Medicine menunjukkan adanya kaitan frekuensi buang air besar atau BAB dengan kondisi kesehatan jangka panjang seseorang.

Menurut siaran Medical Daily, dalam penelitian itu para peneliti mengevaluasi sekitar 1.400 orang dewasa sehat dan mendapati mereka yang jarang BAB menunjukkan gejala penurunan fungsi ginjal.

Sebaliknya, individu yang frekuensi buang air besarnya lebih banyak dari rata-rata menunjukkan tanda-tanda gangguan fungsi hati.

Sementara, menurut beberapa ahli medis, frekuensi BAB yang dianggap normal berkisar dari tiga kali sehari sampai tiga kali sepekan.

Dalam risetnya, para peneliti mengelompokkan peserta menjadi empat berdasarkan pola BAB. Yakni sembelit (satu sampai dua kali BAB per pekan), normal-rendah (tiga sampai enam kali BAB per pekan), tinggi-normal (satu sampai tiga kali BAB per hari), dan diare.

BACA JUGA :  Hari Pertama Libur Panjang, 36 Ribu Penumpang Kereta Api Tinggalkan Jakarta

Mereka kemudian meneliti kaitan antara frekuensi BAB dengan beragam faktor, termasuk demografi, genetik, komposisi mikrobioma usus, metabolit darah, dan kimia plasma.

Menurut siaran pers peneliti, hasil riset menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh secara signifikan berhubungan dengan frekuensi buang air besar.

Misalnya, perempuan dengan usia yang lebih muda, dengan indeks massa tubuh rendah cenderung lebih jarang BAB.

Para peneliti turut menyimpulkan bahwa frekuensi buang air besar yang optimal sekitar satu atau dua kali sehari.

Orang-orang dengan kisaran frekuensi BAB tersebut cenderung memiliki bakteri usus yang dapat memfermentasi serat, yang umumnya dikaitkan dengan kesehatan yang baik.

Peneliti juga mengamati bahwa orang dengan frekuensi BAB lebih sedikit memiliki lebih banyak racun yang berasal dari mikroba dalam darah karena proses fermentasi protein di usus.

BACA JUGA :  Kenang Sosok Hamzah Haz, Puan Maharani: Negarawan yang Teduh dan Merangkul

Racun ini terkait dengan perkembangan penyakit dan angka kematian yang lebih tinggi pada penyakit ginjal kronis.

“Penelitian terdahulu telah menunjukkan bagaimana frekuensi buang air besar bisa berdampak besar pada fungsi ekosistem usus,” kata Johannes Johnson-Martinez, penulis utama hasil studi.

“Secara spesifik, jika tinja menempel terlalu lama di usus, mikroba akan menggunakan semua serat makanan yang tersedia, yang mereka fermentasi menjadi asam lemak rantai pendek yang bermanfaat. Setelah itu, ekosistem beralih ke fermentasi protein, yang menghasilkan beberapa racun yang dapat masuk ke aliran darah,” ia menjelaskan.

Menurut penulis hasil studi lain, Dr. Sean Gibbons, secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bagaimana frekuensi buang air besar dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh.

BACA JUGA :  Di Debat Cawapres, TKN Klaim Gibran Sangat Sopan

Serta bagaimana frekuensi buang air besar yang menyimpang dapat menjadi faktor risiko perkembangan penyakit kronis.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa frekuensi BAB yang ideal dapat diupayakan dengan mengonsumsi makanan kaya serat, memastikan hidrasi tubuh lebih baik dengan cukup asupan air putih, serta berolahraga secara teratur.

Tags: BABkesehatan pencernaan
Previous Post

Suami Jennifer Coppen Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Tunggal

Next Post

Puncak Hari Anak Nasional akan Digelar di Jayapura

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Puncak Hari Anak Nasional akan Digelar di Jayapura

Puncak Hari Anak Nasional akan Digelar di Jayapura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com