• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 4 Mei, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NEWS

Namanya STSS, Kasus Infeksi Bakteri Mematikan yang Kini Tengah Melonjak di Jepang

admin by admin
Juni 19, 2024
in NEWS
Reading Time: 1min read
Namanya STSS, Kasus Infeksi Bakteri Mematikan yang Kini Tengah Melonjak di Jepang

Ilustrasi bakteri. Foto: Freepik

366
SHARES
3.6k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Jepang melaporkan bahwa telah terjadi lonjakan jumlah kasus sindrom syok toksik streptokokus atau STSS, yang mencapai rekor tertinggi pada tahun ini pada Selasa (18/6/2024). Sindrom ini disebabkan oleh bakteri langka mematikan yang merusak jaringan, dan telah menginfeksi 977 orang di Jepang hingga 2 Juni 2024.

Hingga 2 Juni 2024, dikabarkan bahwa sindrom tersebut telah menginfeksi 977 orang di Jepang. Bahkan sebanyak 77 orang meninggal antara Januari dan Maret 2024. Menurut Institut Penyakit Menular Nasional Jepang (NIID), jumlah kasus infeksi ini jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 941 kasus.

“Sindrom syok toksik streptokokus adalah penyakit menular yang sangat fatal yang ditandai dengan perkembangan penyakit yang cepat dan dramatis,” tulis NIID.

BACA JUGA :  Pemerintah Didesak Batasi Ekspor Seafood dari Jepang

Sebanyak 77 orang di Jepang meninggal akibat infeksi tersebut selama tiga bulan pertama tahun ini. Tahun lalu, NIID Jepang melaporkan 97 kematian akibat STSS, yang merupakan jumlah kematian tertinggi kedua dalam enam tahun terakhir.

Bahkan penderita yang menjalani pengobatan, infeksi STSS tetap bisa mematikan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, dari 10 orang yang terkena STSS, sebanyak tiga di antaranya diprediksi meninggal karena infeksi tersebut.

“Dengan tingkat infeksi saat ini, jumlah kasus di Jepang bisa mencapai 2.500 pada tahun ini, dengan tingkat kematian sebesar 30%. Sebagian besar kematian terjadi dalam waktu 48 jam,” kata Ken Kikuchi, profesor penyakit menular di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Pengiriman Sabu dari Malaysia, Empat Pelaku Ditangkap

“Saat seorang pasien menyadari adanya pembengkakan di kaki mereka di pagi hari, pembengkakan tersebut akan meluas hingga ke lutut pada siang hari dan mereka dapat meninggal dalam waktu 48 jam,” tambahnya.

Sumber: beritasatu.com

Tags: Infeksi BakterijepangSindrom Syok Toksik StreptokokusSTSS
Previous Post

Hasil Laga Euro 2024: Portugal Sikat Ceko, Turki Gulung Georgia

Next Post

Kemenhaj Saudi Beri Jatah Indonesia 221 Ribu Kuota Haji di Tahun Depan

Related Posts

Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan
ADVERTORIAL

Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan

Mei 3, 2026
2.1k
Akupunktur Wajah Kembali Tren, Disebut Jadi Alternatif Alami Pengganti Filler
BEAUTY

Akupunktur Wajah Kembali Tren, Disebut Jadi Alternatif Alami Pengganti Filler

Mei 3, 2026
2.2k
Diskominfo Tangsel Jamin PPDB Online 2026 Miliki Sistem Lebih Aman dan Stabil
TANGERANG SELATAN

Diskominfo Tangsel Jamin PPDB Online 2026 Miliki Sistem Lebih Aman dan Stabil

Mei 3, 2026
2.1k
Kebakaran Hanguskan Rumah Anisa Rahma di Bandung, Lilin Diduga Jadi Pemicu
SELEBRITI

Kebakaran Hanguskan Rumah Anisa Rahma di Bandung, Lilin Diduga Jadi Pemicu

Mei 3, 2026
2.1k
Tips Mengolah Kikil Sapi agar Empuk dan Tidak Berlendir, Cocok untuk Gulai hingga Soto
KULINER

Tips Mengolah Kikil Sapi agar Empuk dan Tidak Berlendir, Cocok untuk Gulai hingga Soto

Mei 3, 2026
2.3k
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 Triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas
ADVERTORIAL

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 Triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas

Mei 3, 2026
4.1k
Next Post
Kemenhaj Saudi Beri Jatah Indonesia 221 Ribu Kuota Haji di Tahun Depan

Kemenhaj Saudi Beri Jatah Indonesia 221 Ribu Kuota Haji di Tahun Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com