TANGSELXPRESS – Selama ini kopi Arabika Indonesia adalah kopi yang paling banyak diminati dan dikirim ke Negara Amerika. Alasannya? Karena kopi Arabika memiliki rasa dan harum yang otentik. Terlebih lagi wilayah Indonesia cukup luas sehingga tiap kebun punya karakter rasa tersendiri.
Seiring perjalanannya, Arabika bukan menjadi satu-satunya jenis kopi yang dicari orang luar negeri. Ternyata masih ada jenis-jenis kopi nusantara lainnya yang juga menjadi favorit warga negara asing seperti Amerika dan Eropa. Yuk, kita bahas satu per satu.
Kopi Toraja
Kopi dengan nama Celebes Kalosi ini memiliki keunikan yaitu adanya aroma tanah, kecut, sedikit manis buah dan after taste-nya yang sedikit pahit. Kopi arabika Toraja masih diproses dengan metode tradisional. Hal inilah yang menjadikan rasanya begitu kaya dan menjadi salah satu varian istimewa dari Indonesia.
Kopi Mandailing
Masyarakat Amerika dikenal sangat menyukai jenis kopi ini. Kopi Mandailing kerap diburu para pecinta kopi karena tingkat keasamannya rendah dan kekentalannya yang tinggi.
Kopi Arabika Jawa Barat
Kopi arabika dari Jawa Barat sudah mendunia bahkan sejak zaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Kopi ini pernah mendapat predikat sebagai yang terbaik di dunia pada Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat tahun 2016. Tak heran jika harganya relatif tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. Harga kopi hijau dari Bandung bahkan setera dengan kopi Ethiopia yang menjadi negara penghasil kopi terbaik di dunia.
Kopi Bali Kintamani
Meskipun wilayahnya kecil, Pulau Bali termasuk daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Keunikannya dibandingkan kopi lokal lainnya adalah bebas dari rasa rempah yang kuat. Kopi Bali Kintamani memiliki rasa asam segar dan ada manis-manisnya, sehingga cocok bagi yang tidak terlalu menyukai rasa pahit di lidah.
Kopi Luwak
Beberapa tahun belakangan, esistensi kopi luwak mulai dilihat kembali oleh masyarakat, baik domestik maupun luar negeri.
Kopi luwak memiliki riwayat sejarah yang begitu panjang. Penemuan kopi luwak bermula saat penjajah Belanda yang melarang warga pribumi untuk menanam biji kopi demi keuntungannya sendiri.
Pada akhirnya, warga pribumi mendapatkan biji kopi hasil cernaan musang atau luwak. Untuk itu, kopi ini disebut dengan kopi luwak.
Kopi Gayo Aceh
Ciri khas kopi Gayo memiliki cita rasa yang lebih pahit namun tingkat keasamannya terbilang cukup rendah. Meski demikian, rasa gurihnya sangat dominan terasa ketika diminum. Tidak hanya itu, sebagian besar orang luar negeri mengaku menyukai kopi Gayo karena memiliki aroma yang kuat.
Kopi Papua Wamena
Bagi yang tidak menyukai ampas kopi, cobalah mencicipi kopi Papua Wamena. Kopi ini nyaris tidak punya sisa ampas yang tertinggal di dalam gelas.
Kopi yang ditanam pada ketinggian 1.200 m ini memiliki cita rasa lembut dan ringan namun beraroma kuat. Keistimewaan lainnya dari kopi Papua Wamena adalah pada saat menanam, para petaninya tidak menggunakan bahan kimia apapun, melainkan hanya menggunakan pupuk organik saja.
Kopi Lanang
Dalam bahasa Jawa, kata “lanang” artinya adalah pria. Seperti namanya, kopi ini dipercaya mampu menambah vitalitas pria. Karena, kopi yang dibudidayakan di Jawa Timur ini memiliki kadar kafein cukup tinggi.
Dengan kadar tersebut, dipercaya mampu membuat para konsumennya tidak akan merasakan kantuk dalam waktu yang lama. Kopi lanang ini sangat dikenal dan disukai orang-orang Amerika Serikat.
Kopi Preanger
Kopi Preanger merupakan salah satu jenis kopi di Indonesia yang berasal dari tanah Jawa. Sebenarnya, kopi Preanger ini sangat populer dan terkenal di seluruh dunia.
Kopi ini memiliki cita rasa yang sangat khas dan begitu nikmat untuk dikonsumsi. Bahkan, orang-orang di negeri Eropa lebih sering menyebutnya dengan ‘a cup of Java’ atau ‘secangkir Jawa’.







