TANGSELXPRESS – Setelah miniseri kisah nyata Baby Reindeer ditayangkan di Netflix dan berhasil mencuri perhatian, para penggemar Netflix pun menjadi terobsesi dengan mencari tahu siapa sosok Martha Scott yang sebenarnya. Dengan cepat, netizen mengungkapkan bahwa perempuan aslinya bernama Fiona Harvey.
Namun secara mengejutkan, Fiona Harvey, sosok asli yang mengaku sebagai sang penguntit dalam cerita Baby Reindeer tiba-tiba muncul ke publik, yang dalam serialnya bernama Martha Scott, mengaku bahwa apa yang diceritakan dalam cerita tersebut tidak sepenuhnya benar.
Lewat twitnya di X, Fiona mengolok-olok Richard dengan mengatakan: “Dia marah karena tidak pernah bisa mendapatkan saya di tempat tidur.”
Fiona pun mencoba mengembalikan nama baiknya dan membantah dirinya adalah perempuan gila dan penguntit. “Kamu akan memahami bahwa saya tidak gila seperti yang mereka pikirkan tentang saya,” twit Fiona lagi.
“Serial Baby Reindeer adalah upaya terakhir Richard yang putus asa,” tambahnya .
Richard Gadd, yang berperan sebagai Donny Dunn, mengklaim bahwa telah berusaha keras untuk menyembunyikan identitas perempuan penguntit alias Fiona. Komedian itu juga memohon kepada para penggemar untuk tidak mencari tahu tentangnya.
Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Fiona mengaku telah menerima ancaman kematian dan menjadi sasaran pengejaran setelah popularitas serial tersebut meningkat.
Dia menegaskan bahwa klaim yang dibuat Richard Gadd tidak sepenuhnya benar dan telah mengganggu kehidupan pribadinya secara signifikan.
“Saya adalah korban di sini, bukan Richard Gadd. Saya mendapat ancaman kematian akibat pertunjukannya meskipun banyak hal yang dia klaim tidak benar,” ungkap wanita tersebut dalam wawancara eksklusif dengan sebuah media asal Inggris, Daily Record.
Fiona mengaku tidak dipenjara sebagaimana diceritakan dalam film itu dan kini sedang mempertimbangkan tindakan hukum atas penggambaran dirinya sebagai sosok penguntit yang menyeramkan.
Dalam serial Baby Reindeer, Martha diceritakan sebagai seorang penguntit yang dipenjara selama empat setengah tahun sebelum dia bertemu komedian bernama Donny Dunn yang diperankan oleh Richard Gadd.
Menariknya, peristiwa ini dialami dan diperankan langsung oleh Richard Gadd. Serial itu juga menceritakan Martha akhirnya dipenjara selama sembilan bulan.
Kepada Daily Record, Fiona mengatakan pihaknya belum pernah dipanjara sampai begitu lamanya. “Semua ini tidak terjadi. Ini hanya sampah,” jelas perempuan berusia 58 tahun itu.
Fiona mengatakan dia sekarang sedang mempertimbangkan untuk melakukan tindakan hukum terhadap komedian tersebut dan perusahaan Netflix.
“Gadd perlu membuktikan bahwa saya masuk penjara, padahal hal itu tidak pernah terjadi. Saya tidak pernah dipenjarakan. Itu sangat jelas.”
“Ini semua dibuat-buat dan hiperbola. Tidak ada perintah penahanan, atau larangan di mana pun. Polisi tidak pernah datang ke rumah saya,” jelas Fiona.
Pengacara Rory Lynch, yang memiliki spesialisasi dalam kasus pencemaran nama baik dan privasi di Gateley Legal, menyimpulkan bahwa Fiona mungkin memiliki klaim sah atas pencemaran nama baik.
Lynch pun langsung mengeksplor media sosial, mengumpulkan bukti-bukti yang mengungkap identitas Fiona Harvey. Kicauan-kicauan lama Fiona di Twitter pun viral, semakin memperjelas sosoknya.
Lynch melihat celah bahwa miniseri ini berusaha berlindung di balik “cerita drama terinspirasi kisah nyata” menjadi “dokumenter faktual.” Dia juga menuding Richard Gadd seharusnya dapat membuat kisah yang lebih fiktif dalam mengolah cerita dan melindungi karakter-karakter dari peristiwa aslinya.







