TANGSELXPRESS – Ketua PC GP Ansor Tangerang Selatan, Imam Fitra Ramadhan, mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian pengeroyokan yang dialami oleh sekelompok mahasiswa Katolik Universitas Pamulang saat menggelar doa Rosario di kelurahan Babakan, Setu, Tangerang Selatan pada Minggu, (5/5/2024).
Imam menyayangkan kejadian tersebut terjadi di Tangsel, sebuah kota yang selama ini terkenal sebagai rumah bagi berbagai agama dan suku yang hidup dengan damai dan harmonis.
Imam meminta agar pemerintah kota, jajaran Polres, dan Kementerian Agama Tangerang Selatan menjadi lebih aktif dalam membina toleransi dan melindungi keberagaman guna menciptakan kerukunan antar umat beragama di Tangerang Selatan.
“Kami juga meminta Pemerintah Kota, Polres, dan Kemenag Tangsel untuk lebih aktif dalam pembinaan toleransi dan keberagaman di masyarakat agar tercipta kerukunan antar umat beragama,” tegas Imam.
Selain itu, Imam juga menekankan perlunya evaluasi kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang seharusnya berperan dalam melakukan pembinaan dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Perlu dilakukan evaluasi terhadap FKUB Tangsel terkait posisi FKUB untuk melakukan pembinaan yang seharusnya bisa menjadi langkah preventif untuk menghindari kejadian seperti ini,” ungkapnya.
Imam pun berharap semua pihak dapat meredam dan menahan diri agar konflik tidak semakin memburuk. Dalam kondisi seperti ini, diutamakan kemaslahatan bersama serta saling memaafkan dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib yang memiliki kewenangan.
“Kami meminta kepada kedua belah pihak untuk bersama-sama menahan diri dan saling memaafkan agar konflik ini tidak meluas,” tandasnya.
Meskipun demikian, GP Ansor Tangerang Selatan tetap komitmen untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Pihaknya siap membuka diri untuk melakukan mediasi dan mendampingi kedua belah pihak dengan mengedepankan prinsip kemaslahatan bersama.







