• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Air Laut Menghangat, Waspada Potensi Badai Mematikan

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Maret 22, 2024
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 3min read
Air Laut Menghangat, Waspada Potensi Badai Mematikan

Ilustrasi badai di laut. Foto: iStock

76
SHARES
4.8k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Ketika suhu laut mencapai angka tertinggi yang membahayakan, para ahli memperingatkan bahwa tingkat akumulasi panas yang belum pernah terjadi sebelumnya itu akan memicu reaksi berantai hebat, termasuk badai dan topan mematikan dalam beberapa bulan mendatang.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa lautan di seluruh dunia kini berada pada suhu terpanasnya. Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa menemukan bahwa suhu permukaan laut sangat tinggi sepanjang 2023 dan awal 2024. Pada akhir Februari 2024, suhu permukaan laut rata-rata harian mencapai titik tertinggi baru yaitu 21,09 derajat celcius.

Peneliti iklim Leon Simons kepada Kantor Berita Anadolu mengatakan bahwa kemunculan El Nino di Samudra Pasifik pada tahun lalu menyebabkan peningkatan pemanasan lautan dan atmosfer, sehingga memicu perubahan pola cuaca.

“Dengan suhu seluruh Samudra Atlantik yang tercatat hangat, hal itu akan meningkatkan suhu, terutama tahun ini dalam beberapa bulan mendatang,” kata Simons.

“Dengan suhu yang lebih tinggi itu, badai dapat menjadi lebih kuat… (dan) Anda dapat mengalami banjir yang sangat besar seperti yang kita lihat di Libya, Yunani dan banyak lagi di berbagai belahan dunia pada tahun lalu.”

Banjir tersebut, ia menjelaskan, disebabkan oleh meningkatnya curah hujan, yang terjadi ketika udara hangat menjadi dingin saat bergerak di atas daratan atau terutama di daerah tinggi seperti pegunungan.

BACA JUGA :  BMKG Pastikan Gempa 5,1 Kupang Tidak Berpotensi Tsunami

Peneliti iklim lainnya, Joel Hirschi, mengatakan suhu di Atlantik “sangat tinggi.” “Apabila suhu ini terus berlanjut hingga akhir tahun, setelah Mei-Juni hingga memasuki musim badai, hal itu dapat mendukung terciptanya musim badai yang sangat aktif, terutama sehubungan dengan melemahnya El Nino,” katanya.

Mengapa lautan di dunia jadi lebih hangat?

Pemanasan lautan yang belum pernah terjadi sebelumnya merupakan gabungan dari emisi gas rumah kaca, serta peristiwa El Nino yang kuat yang dimulai pada tahun lalu dan masih berlangsung saat ini, kata Hirschi, kepala permodelan sistem kelautan di Pusat Oseanografi Nasional Inggris.

Suhu yang sangat panas juga berkaitan dengan sirkulasi atmosfer, yang kondusif bagi berkembangnya “gelombang panas laut”.

Bagi Simons, faktor kunci selain efek rumah kaca adalah pengurangan emisi sulfur, terutama dari sektor pelayaran dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

“Saat kita mengurangi polusi udara, lebih banyak sinar matahari yang bisa mencapai lautan. Lautan memanas lebih cepat, terutama ketika polusi udara telah berkurang di wilayah yang banyak dilalui pelayaran,” kata Simons, peneliti iklim di Club of Rome, Belanda.

Dia menjelaskan bahwa Organisasi Maritim Internasional memperkenalkan peraturan baru pada 2020 untuk mengurangi 80 persen jumlah sulfur dalam bahan bakar yang digunakan untuk pelayaran.

BACA JUGA :  Kuliner Legendaris, Konser Musik Hingga Loker Hadir di FIFGROUP 35th LOCALICIOUS

“Karena sekarang emisi belerang jauh lebih sedikit, sinar matahari yang dipantulkan ke ruang angkasa oleh polusi udara ini menjadi jauh lebih sedikit,” katanya, seraya menambahkan bahwa perubahan itu telah dibuktikan secara nyata oleh data satelit NASA.

Transisi El Nino – La Nina dan cuaca ekstrem

Mengenai proyeksi beberapa bulan ke depan, Hirschi mengatakan El Nino yang mulai melemah kemungkinan akan beralih ke La Nina.

El Nino dan La Nina merupakan fenomena iklim yang berasal dari Samudra Pasifik namun dapat mempengaruhi cuaca di seluruh dunia.

El Nino terjadi ketika air hangat menumpuk dan mendorong suhu permukaan laut naik di atas rata-rata, sedangkan La Nina adalah kebalikannya, ketika air dingin meningkat dan menurunkan suhu air laut di bawah rata-rata.

Mereka adalah dua fase berbeda yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation atau ENSO, dan tidak akan pernah terjadi pada waktu yang bersamaan.

“La Nina diketahui mendukung kondisi yang kondusif bagi pembentukan siklon tropis di Atlantik Urata,” kata Hirschi.

Daerah yang mungkin terkena dampak adalah negara-negara Amerika Tengah seperti Belize, Honduras, dan Meksiko, serta Amerika Serikat, termasuk wilayah selatan seperti Florida dan juga sebagian besar Pantai Timur.

BACA JUGA :  Banjir Rob Mengintai Pesisir Jakarta Utara 27 Januari–3 Februari 2026, Warga Diminta Waspada

Bisa juga sampai ke Kanada dan kadang-kadang bahkan kembali ke Eropa, Hirschi menambahkan.

Tanda-tanda awal terjadinya La Nina mulai terlihat di Pasifik. “Fase anomali La Nina adalah saat Anda cenderung mengalami kekeringan di Amerika Selatan dan cuaca menjadi lebih basah di Australia. Jadi, tahun-tahun La Nina mendukung terjadinya curah hujan yang sangat deras di Australia dan di wilayah Pasifik Barat,” kata dia.

Salah satu dampak positif dari La Nina adalah suhu laut yang diperkirakan akan turun sedikit di bawah suhu pada tahun 2023.

Selain badai dan topan, akan ada lebih banyak kejadian cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan, kedua ilmuwan itu memperingatkan.

Salah satunya adalah gelombang panas, yang menurut Hirschi kini lebih sering dan intens, dengan catatan suhu panas yang terus memecahkan rekor, dan bukan dalam sepersekian derajat kenaikannya tetapi terkadang hingga tiga bahkan lima derajat Celcius.

Simons menyerukan langkah-langkah untuk “mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem di bulan-bulan mendatang.”

“Kita harus mempersiapkan diri menghadapi banyaknya cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi karena kita sekarang berada di dalam situasi di mana planet kita tidak pernah mengalaminya sebelumnya selama jutaan tahun, dengan konsentrasi gas rumah kaca sekarang yang lebih tinggi dari sebelumnya,” kata dia.

Tags: BMKGpemanasan globarperubahan iklim
Previous Post

Menang di GBK, Erick Thohir Ingin Indonesia Jaga Konsistensi saat Tandang ke Vietnam

Next Post

Pemkot Tangsel Rotasi dan Promosi Ratusan Pejabat Administrasi dan Fungsional

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Pemkot Tangsel Rotasi dan Promosi Ratusan Pejabat Administrasi dan Fungsional

Pemkot Tangsel Rotasi dan Promosi Ratusan Pejabat Administrasi dan Fungsional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com