TANGSELXPRESS– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang untuk waspada tinggi gelombang 2,5 meter di Perairan Banten Selatan, Samudera Hindia Selatan Banten dan Selat Sunda bagian Selatan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tatang Rusmana, di Serang, Banten, Minggu, mengatakan ketinggian gelombang di perairan itu berkisar antara 1,2 sampai 2,5 meter (sedang) mulai berlaku tanggal 7 sampai dengan 8 Januari 2024.
Saat ini, kata Tatang, cuaca di perairan Banten cukup buruk, sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan nelayan dan kapal tongkang.
Oleh karena itu, pihaknya minta pelaku pelayaran mulai Pantai Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Cikeusik, Sumur dan Ujung Kulon pesisir Selat Sunda bagian selatan dapat meningkatkan kewaspadaan jika melaut.
Begitu juga di pesisir Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Tanjung Panto, Sukahujan, Panggarangan, Cihara, Bayah, Pulomanuk dan Sawarna.
“Kami berharap pelaku pelayaran dapat mematuhi peringatan dini itu agar tidak menimbulkan kecelakaan laut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten Adil Triyanto mengatakan pihaknya hingga hari kedua bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran korban nelayan terseret gelombang di Pantai Tanjung Panto Kabupaten Lebak atas nama Ahmid (28).
Korban yang sehari-hari nelayan mengalami kecelakaan laut, Sabtu (6/1) pukul 11.00 WIB, saat mencari gurita di sekitar Perairan Tanjung Panto dengan menggunakan ban yang secara tiba-tiba diterjang gelombang tinggi dan terbawa arus laut hingga terlepas dari ban dan menghilang.
“Kami berharap pencarian korban pada hari kedua bisa ditemukan,” katanya.







