TANGSELXPRESS – Tema debat Cawapres 2024 akan membahas masalah seputar perekonomian. Tema tersebut meliputi ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur serta perkotaan.
Dari ketiga cawapres, bagaimana pendapat Dr. Phil., Ir. Rino Wicaksono, ST, MArchUD, MURP, pakar pembangunan wilayah dan tata kota yang juga seorang akademisi terhadap hal tersebut. Yuk simak pemaparannya.
Rino berpendapat Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD dan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar yang pernah menjabat sebagai menteri akan lebih menguasai sistem perekonomian nasional dan internasional, khususnya terkait dengan permasalahan currencies dan international tradings.
“Sedangkan Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memiliki bekal pengetahuan perekonomian skala perkotaan dan kaki lima karena pernah sebagai pedagang kaki lima dan juga wali kota,” terang Caleg DPR RI Partai NasDem dari Dapil Banten III (Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Tangerang Kabupaten) dengan nomor urut 4 tersebut.
Perdebatan akan menarik apabila ada pertanyaan terkait dengan strategi menurunkan nilai USD terhadap rupiah dan juga kebijakan peningkatan perekonomian dengan skema investasi asing.
“Sepertinya akan ada pertanyaan terkait konsep pemerataan ekonomi nasional melalui pembangunan IKN di Kalimantan. Jawaban terkait hal tersebut akan berpengaruh terhadap elektoral paea cawapres,” kata dosen di Institut Teknologi Indonesia (ITI) Kota Tangerang Selatan itu.
Dalam debat tersebut, Rino juga memprediksi akan ada pertanyaan terkait dengan UMKM, tax relaxation, tax holiday dan juga kebijakan industri hulu-hilir.
“Siapapun yang bisa menjelaskan dengan lebih baik terkait asal dan juga rencana penggunaan dana bansos akan mendapatkan credit poins dari masyarakat,” katanya.
Pemodalan, subsidi serta toleransi kerugian usaha untuk nelayan dan petani juga harus menjadi perhatian para cawapres. Terakhir, cawapres juga harus punya win-win concept untuk buruh dan pengusaha.
Soal tema ekonomi kerakyatan, Rino menilai para cawapres harus mampu mendeskripsikan apa yang disebut dengan ekonomi kerakyatan, dan apa itu yang disebut dengan sistem ekonomi kapitalis dan juga sistem ekonomi sosialis.
“Yang bisa menjelaskan dan menentukan pilihan dengan alasan yang masuk akal akan mendapatkan dukungan masyarakat,” kata pria yang pernah menjadi Co-Team Leader untuk pelatihan capacity building 16 pemda di Indonesia yang dibiayai oleh SAGRIC Australia dan UniSA itu.







