TANGSELXPRESS – Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan empat anak di Jalan Kebagusan Raya Gang Roman, RT 4, RW 3, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan masih menjadi perhatian warga.
Meski dipasang garis polisi, warga masih berkerumun di sekitar lokasi pembunuhan. Mereka penasaran dengan apa yang dilakukan sejumlah anggota kepolisian di tempat itu.
Dari keterangan sejumlah warga, peristiwa mengenaskan itu terbongkar dari aroma bau menyengat yang keluar dari rumah tersebut. Awalnya, warga mengira bau busuk itu berasal dari bangkai hewan
“Tadi pagi saya cium bau, saya kira bangkai tikus,” kata Budi, salah satu warga.
Menurut dia, warga makin curiga setelah melihat banyak lalat keluar masuk jendela rumah tersebut.
Sayang, ketika warga akan masuk rumah tersebut, pintu dalam kondisi terkunci. Salah satu warga kemudian berinisiatif melaporkan kecurigaan mereka ke saudara pemilik kontrakan tersebut.
Pemilik kontrakan, kemudian memanggil tukang kunci agar pintu bias dibuka paksa. Setelah berhasil masuk, warga pun gempar setelah melihat kondisi rumah yang didalamnya terdapat empat anak yang sudah menjadi mayat.
Sedangkan P, ayah korban ditemukan masih dalam keadaan hidup. Dia ditemukan tergeletak di kamar mandi. Warga kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsektro Jagakarsa.
“Rumah itu sepi sejak Minggu malam lalu. Tapi hari Sabtu infonya masih ada,” kata Budi.
Tetangga yang lain, Titin mengatakan, pada Sabtu pekan lalu P diketahui ribut dengan D, istrinya. D, yang merupakan ibu empat anak tersebut, sempat dirawat rumah sakit karena mengalami KDRT.
Selama D dirawat di rumah sakit, hanya P dan anaknya yang tinggal di rumah tersebut. “Anaknya dua perempuan dan dua laki. Umurnya 6 tahun, 4 tahun, 3 tahun, dan 1 tahun,” katanya.
Keterangan yang sama juga disampaikan Ketua RT setempat, Yakub. Ia mengatakan bahwa dia menerima laporan dari warga perihal bau menyengat dari rumah yang ditempati P.
“Adik saya di sebelah rumah ini laporan ke saya, ada bau sampai dia enggak bisa makan,” ujar Yakub.
Setelah dicek, ia juga melihat banyak lalat masuk ke jendela sisi kanan rumah itu.
Keempat anak ditemukan tewas di dalam kamar pada Rabu sore, (6/12). Yakub mengatakan bahwa para korban ditemukan tidak dalam keadaan terkunci di kamar. “Enggak dikunci, terbuka. Hanya pintu rumah saja yang dikunci,” ucapnya.
Saat ini Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami penyebab kematian empat anak itu. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan olah TKP lanjutan yang melibatkan ahli forensik, serta pemeriksaan beberapa saksi untuk mengetahui sebab kematian empat anak tersebut.
“Kondisi P dirawat di rumah sakit. Kami sudah interogasi yang bersangkutan,” ujarnya.







