• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 18 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Pentingnya Motivasi dalam Dunia Organisasi

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Juni 20, 2023
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Pentingnya Motivasi dalam Dunia Organisasi
95
SHARES
211
VIEWS

PEMENUHAN kebutuhan individu dalam sebuah organisasi, menjadikan pekerjaan memotivasi sangatlah rumit namun penting. Motivasi dimaknai sebagai dorongan yang mendasari kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya.

Setiap orang sangatlah membutuhkan motivasi untuk berperilaku menuju arah yang lebih baik. Perlu diingat, kunci keberhasilan seorang pemimpin terletak pada kemampuan memotivasi anggotanya.

Motivasi merupakan hal yang sering dijumpai dalam organisasi, terutama berkenaan dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Hal ini terkait dengan salah satu fungsi dari manajemen, planning, organizing, motivating, & controling, evaluating.

Memberikan motivasi adalah pekerjaan manajemen yang sederhana, namun rumit dalam pelaksanaannya. Kenapa demikian, karena sebagai seorang pimpinan harus mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh anggotanya, upaya pencarian terhadap apa yang dibutuhkan oleh anggota tidaklah mudah dan terkadang sukar sekali dalam menentukan perbedaan kebutuhan di setiap individu.

Motivasi timbul dari akibat interaksi antara individu dan sekitarnya, baik itu internal maupun eksternal. Motivasi sendiri terkadang dianggap berbeda oleh sebagian pimpinan, pimpinan menganggap motivasi sebagai ciri individu, di mana terdapat individu yang memiliki motivasi dan individu yang tidak memiliki motivasi.

Di dalam dunia kerja, beberapa pimpinan mengasumsikan bahwa anggota yang tampak kurang motivasi dianggap sebagai pemalas dan sebuah beban perusahaan. Sebaliknya, anggota yang memiliki motivasi tinggi dianggap sebagai anggota yang rajin.

BACA JUGA :  Kedatangan Kaum Rohingya ke Indonesia Makin Bertambah, Bagaimana Negara Menyikapinya?

Sebenarnya tidaklah demikian, karena anggota tersebut memiliki motivasi yang berbeda dan ciri khas yang mendasari perilaku masing-masing. Sebagai contoh: seorang akuntan akan cepat bosan dalam menghitung neraca perusahaan, tetapi dia tidak akan bosan bahkan dengan teliti menghitung neraca keuangan pribadinya.

Seorang telemarketing, pastilah merasa cepat bosan ketika menelpon kliennya untuk menawarkan produk, namun akan merasa nyaman menelpon bahkan sampai berjam-jam ketika berbicara dengan sahabat atau kekasihnya.

Oleh sebab itu, dengan memperhatikan karakteristik motivasi kerja, maka seorang atasan maupun pekerja akan memiliki motivasi yang cukup dalam melakukan pekerjaannya. Adapun beberapa prinsip sebagai berikut:

Motivasilah diri sendiri terlebih dahulu
Ada yang bilang motivasi itu memiliki sifat sosial dan menular, Seseorang yang memiliki motivasi kerja yang rendah, sangat sulit untuk memotivasi orang lain.
Contohnya: seorang atasan yang motivasi anggotanya kerja pada level tiga, akan sangat sulit bahkan mustahil bila mengharapkan untuk termotivasi pada level enam atau tujuh. Karena itu, sebelum kita memotivasi orang lain, maka kita harus bisa memotivasi diri kita sendiri.

BACA JUGA :  Kekuasaan Politik dalam Organisasi

Motivasi itu bukanlah dengan mulut
Ketika kita menemukan rekan atau anggota tim kerja menunjukkan tanda-tanda motivasinya rendah, maka jangan sekali-kali melontarkan kalimat yang kasar. Faktanya atasan akan langsung memberikan nasehat, arahan, atau petuah untuk lebih termotivasi lagi. Bahkan lebih parahnya, seorang atasan cenderung untuk memarahi atau memaki anggota tim kerjanya. Hal ini sebenarnya tidak menaikkan motivasi, justru sebaliknya akan membuat motivasi kerja menjadi semakin buruk. Alhasil akan mencederai hubungan personal antara atasan dan anggota.

Motivasi yang efektif itu dilakukan dengan mata
Ada yang bilang mata merupakan sebuah kekuatan. Bahkan ketika kita tengah berbicara dengan orang lain, kemudian kita cegah agar mata kita tidak menatap atau menghadap orang tersebut selama berbicara, maka hasilnya motivasi orang tersebut dalam mendengarkan akan menurun drastis. Berikanlah mata atau perhatian kepada anggota tim kerja yang mengalami penurunan motivasi kerja. Terkadang hal ini tidak mudah tetapi cobalah cari tahu, dengarkan, dan pahami keadaan atau situasi yang tengah dihadapinya. Apa saja yang menjadi penyebab utama dari menurunnya motivasi kerja.

BACA JUGA :  Menggali Potensi dan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi

Motivasi itu upaya untuk menyelaraskan
Semakin seseorang mendapatkan apa yang dia inginkan, maka dia akan semakin termotivasi. Karena itu setelah memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan individu, apa yang individu cari dari organisasi dalam bekerja, maka langkah selanjutnya adalah mempertemukan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Semakin besar irisan antara tujuan individu dan tujuan organisasi, maka semakin termotivasi orang tersebut.

Kesimpulannya bahwa memotivasi bukan menggunakan mulut seperti nasehat, wejangan atau petuah saja. Tetapi harus diminta oleh orang yang akan menerimanya. Memberikan nasehat kepada orang yang tidak membutuhkannya justru akan menghasilkan suasana hati yang negatif atau tidak menyenangkan.

Untuk dapat memotivasi orang lain, maka kita harus memperhatikan orang tersebut. Kita luangkan waktu dan berusaha untuk terbuka mendengarkan apa yang mereka alami, apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Dengan demikian kita dapat melakukan sesuatu secara efektif untuk meningkatkan motivasinya.

Penulis:

Berliana Meiliani
Dani Kurniawan
Prodi Ekonomi dan Bisnis (Akuntansi S1)
Universitas Pamulang

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Opini mahasiswaRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Rendang hingga Mangut Lele Jadi Sajian Jamaah Haji Indonesia Saat di Armina

Next Post

Implikasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial terhadap Karakter Bangsa

Related Posts

Mengajarkan Keuangan di Era Fintech untuk Siswa SMK
DUNIA KAMPUS

Mengajarkan Keuangan di Era Fintech untuk Siswa SMK

Januari 15, 2026
2.7k
Upgrade SDM SMK Al-Muhtadin sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 5.0
DUNIA KAMPUS

Upgrade SDM SMK Al-Muhtadin sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 5.0

Januari 15, 2026
2.4k
Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha
DUNIA KAMPUS

Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha

Januari 15, 2026
2.9k
Membangun Generasi Mandiri dan Produktif di Zaman Modern
DUNIA KAMPUS

Membangun Generasi Mandiri dan Produktif di Zaman Modern

Januari 15, 2026
2k
Peningkatan Kompetensi Manajemen untuk Siswa SMK di Era Gen Z
DUNIA KAMPUS

Peningkatan Kompetensi Manajemen untuk Siswa SMK di Era Gen Z

Januari 15, 2026
2.3k
Membekali Siswa SMK dengan Keterampilan Bisnis Online: Strategi Penguatan Peran Pemuda dalam Transformasi Digital
DUNIA KAMPUS

Membekali Siswa SMK dengan Keterampilan Bisnis Online: Strategi Penguatan Peran Pemuda dalam Transformasi Digital

Januari 14, 2026
2.1k
Next Post
Implikasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial terhadap Karakter Bangsa

Implikasi Bahasa Indonesia dalam Media Sosial terhadap Karakter Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com