• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Sabtu, 17 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kurikulum Merdeka Jadikan Siswa Berpikir Logis dan Mendorong Daya Kritis

admin by admin
Mei 29, 2023
in NASIONAL
Reading Time: 3min read
Pemerintah Diminta Konsisten Perbaiki Pendidikan

Ilustrasi siswa SD saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Foto: Dok. Kominfo

65
SHARES
145
VIEWS

TANGSELXPRESS – Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan sosialisasi Kurikulum Merdeka pada 19 Mei 2023. Kegiatan yang melibatkan perwakilan guru di Kota Medan ini bertujuan untuk menyampaikan kebijakan kurikulum kepada ekosistem pendidikan dan pemerintah daerah agar dapat diimplementasikan dengan baik.

Pelaksana tugas (Plt) Puskurjar, Zulfikri Anas mengatakan, kepatuhan administrasi bukanlah menjadi persyaratan utama dalam Kurikulum Merdeka melainkan kecintaan guru pada siswa dan bagaimana guru bisa menggunakan mata hati untuk melihat kebutuhan mereka.

Zulfikri Anas menjelaskan bahwa pendidikan merujuk pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin. Guru harus memerdekakan muridnya dan hal ini tidak mungkin terjadi apabila guru terbelenggu oleh administrasi yang rumit dan materi yang banyak.

“Kurikulum Merdeka memberikan kemerdekaan pada siswa dan juga gurunya dalam memilih metode yang paling tepat sesuai kebutuhan siswanya. Oleh sebab itu, guru harus mengenal dulu siswanya sebelum menyampaikan materi. Upaya mengembalikan pendidikan ke marwah yang sebenarnya dapat dicapai melalui kurikulum ini,” ucap Zulfikri seperti dikutip dari laman Kemendikbudristek.

BACA JUGA :  Kemenhub Gelar Mudik Gratis Libur Nataru 2023/2024, Yuk Daftar!

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan memberikan dukungannya terhadap Kurikulum Merdeka. Sofyan mengatakan, guru merupakan fasilitator yang sejatinya dalam proses pembelajaran mampu memberi keleluasaan kepada peserta didik. Dalam mengoptimalkan proses pembelajaran, tidak ada batasan bagi guru untuk menggunakan peralatan yang sesuai dan dapat membantunya mempermudah proses pemahaman materi pada peserta didik.

“Belajar harus bahagia seperti bermain di dalam taman. Bermain menghasilkan inovasi terbaru, di mana siswa pulang lebih pintar, lebih ramah dan lebih bahagia. Jika anak pulang dalam keadaan stres maka guru itu gagal,” tutur Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa saat ini sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka sudah hampir 80 persen. Kurikulum Merdeka menjadikan anak berpikir logis dan mendorong daya kritisnya. Inilah salah satu nilai penting yang harus dimiliki generasi masa depan. Ditambah makin tingginya tuntutan kompetensi bagi generasi di masa mendatang sehingga anak harus menguasai berbagai bidang ilmu maupun keahlian (multi disiplin ilmu).

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Ajak Mahasiswa Tak Hanya Belajar di Kampus

Sofyan menilai, penerapan Kurikulum Merdeka ini sangat relevan kondisi dan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang. Oleh karena itu penting untuk menjaga implementasi Kurikulum Merdeka ini agar berjalan secara berkesinambungan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Suatu barang akan berubah nilainya tergantung pada lingkungan di mana dia berada. Kurikulum Merdeka sangat penting untuk kelanjutan pendidikan anak sampai ke perguruan tinggi, karena anak harus bisa multidisiplin, tidak bisa hanya satu disiplin ilmu saja agar mereka bisa berhasil,” jelasnya.

Salah satu peserta acara sosialisasi, Guru SD Swasta Parulian 1 Medan, Romian Theresia Nababan mengungkapkan Kurikulum Merdeka bersifat fleksibel. Sebagai Guru Penggerak, ia sangat antusias menerapkan ilmu yang ia dapatkan kepada siswa dan berbagi kepada guru-guru lain di sekolah tempat ia mengajar.

“Meskipun sekolah kami masih dalam proses mendaftar Kurikulum Merdeka namun saya mulai menerapkan budaya positif di sekolah agar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bisa tercipta secara merata. Saya tidak terlalu berpatokan kepada buku lagi namun belajar dari platform Guru Berbagi, Guru Belajar, dan melalui youtube lalu saya ajarkan ilmu yang saya dapat kepada siswa,” kata Romian.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di 25 Provinsi

Peserta lain, Guru SD Hidup Baru, Rentha Siregar merespons dengan baik kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, guru menjadi lebih bisa mengenal Kurikulum Merdeka yang merupakan kelanjutan dari K-13 namun Kurikulum Merdeka lebih student-centered. Rentha berharap setelah mengikuti kegiatan ini, ia dan temannya lebih bisa berkolaborasi dan menyamakan persepsi mengenai Kurikulum Merdeka.

Rentha menjelaskan lebih lanjut bahwa di sekolah tempat ia mengajar masih ada beberapa guru yang kurang memahami kurikulum ini dan menganggap merubah kurikulum adalah sesuatu yang melelahkan. “Guru sebagai fasilitator harus memiliki kekuatan dan energik karena siswa SD punya energi yang luar biasa, namun ketika mereka bisa belajar sambil bermain maka mereka akan merasa senang dan nagih terus ingin belajar,” pungkas Rentha.

Tags: Kemendikbudristekkurikulum merdekasiswa
Previous Post

Influencer China Meninggal Setelah Tantangan Alkohol di TikTok 

Next Post

Denny Indrayana Ungkap Potensi Kembalinya Sistem Pemilu Orba 

Related Posts

KPAI Soroti Maraknya Child Grooming, Buku Broken Strings Buka Kesadaran Publik
NASIONAL

KPAI Soroti Maraknya Child Grooming, Buku Broken Strings Buka Kesadaran Publik

Januari 15, 2026
2.8k
Konflik Kian Memanas, Kemlu RI Evakuasi 101 WNI dari Iran dan Israel
NASIONAL

Empat WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kemlu Koordinasi dengan China

Januari 14, 2026
1.2k
Kantor Ditjen Pajak Digeledah KPK, Sejumlah Uang Diamankan
NASIONAL

Kantor Ditjen Pajak Digeledah KPK, Sejumlah Uang Diamankan

Januari 13, 2026
3k
kpk
NASIONAL

Usut Suap Pajak, KPK Lakukan Penggeledahan di Kantor Ditjen Pajak

Januari 13, 2026
3k
Presiden Prabowo Perdana Bermalam di IKN, Tinjau Infrastruktur
NASIONAL

Presiden Prabowo Perdana Bermalam di IKN, Tinjau Infrastruktur

Januari 13, 2026
143
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Siswa
NASIONAL

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Siswa

Januari 12, 2026
1.3k
Next Post

Denny Indrayana Ungkap Potensi Kembalinya Sistem Pemilu Orba 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com