TANGSELXPRESS – Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti meminta kepada publik untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur, AKBP Buddy Alfrits Towoliu. Menurut Poengky, apabila kematian korban ada keterlibatan jaringan narkoba tentunya kepolisian harus bergerak untuk melakukan penyelidikan dan menangkapnya.
Poengky menegaskan bahwa jika kasus ini memang terkait dengan jaringan narkoba, maka aparat kepolisian harus segera bergerak untuk melakukan penyelidikan. Polisi harus melakukan lidik sidik secara profesional berdasarkan Scientific Crime Investigation untuk menemukan pelaku dan memproses hukum pelaku, Selasa 2 Mei 2023.
Namun, apabila nantinya dalam penyelidikan dinyatakan dugaan bunuh diri dan tidak ditemukannya keterlibatan mafia narkoba, maka investigasi tersebut akan dihentikan. Menurut Poengky, jika hasil penyelidikan menyatakan bahwa korban meninggal karena dugaan bunuh diri maka lidik sidik akan dihentikan.
“Jika mendiang meninggal karena dibunuh jaringan narkoba seperti yang diduga keluarga, maka aparat Kepolisian harus segera bergerak, Polisi harus melakukan lidik sidik secara profesional berdasarkan Scientific Crime Investigation untuk menemukan pelaku dan memproses hukum pelaku,” terang Poengky Indarti.
Sebelumnya, keluarga korban menduga bahwa AKBP Buddy Alfrits Towoliu meninggal karena adanya keterlibatan jaringan narkoba. Namun, Poengky menyarankan agar publik tidak berspekulasi terlalu jauh mengenai dugaan tersebut dan tetap memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional.
Dalam kasus apapun, penting untuk memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan secara profesional dan menghentikan spekulasi yang dapat mempengaruhi proses investigasi. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan aparat kepolisian harus menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat dari ancaman apapun, termasuk ancaman dari jaringan narkoba.







