TANGSELXPRESS – Permainan jenis lato-lato saat ini digandrungi oleh anak-anak di Indonesia.
Namun demikian, kalangan orang dewasa pun juga tak jarang yang turut memainkan lato-lato tersebut.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pesisir Barat, Lampung melarang siswa di daerah itu membawa mainan lato-lato ke sekolah.
Larangan tersebut disampaikan melalui surat edaran Bermotor 420/14/IV.01/2023.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat Edwin Kastolani Burta menyebut, larangan ini bertujuan agar para siswa fokus belajar.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Pesisir Barat Suryadi membenarkan, larangan membawa lato-lato di lingkungan sekolah itu.
“Pak Kadis Pendidikan menyampaikan, termasuk kami Kominfo dasar mengambil kebijakan itu tentunya, yang pertama takut mengganggu aktivitas belajar di sekolah,” kata Suryadi, Kamis (12/1).
Dia mengatakan, larangan membawa lato-lato di lingkungan sekolah agar siswa fokus untuk belajar.
“Karena mungkin namanya anak-anak bisa dimainkan di saat jam belajar, yang kedua takut disalahgunakan untuk alat tawuran atau keributan antara siswa,” katanya.
“Hal-hal itulah yang mendasari Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan larangan membawa lato-lato di lingkungan sekolah,” imbuhnya.
Menurut dia, imbauan tersebut ditujukan ke semua sekolah SD sampai SMP, untuk tidak membawa lato-lato di lingkungan sekolah, dan berharap agar guru-gurunya yang meneruskan imbauan ini dan menertibkannya.
Lato-lato merupakan permainan tradisional yang juga ditemukan di Indonesia, pasalnya permainan ini berasal dari Amerika Serikat sudah lebih dulu digandrungi masyarakat pada 1960an lalu mulai populer tahun 1970an.
Di Indonesia sendiri, permainan lato-lato mulai populer pada tahun 1990an dan terkenal dengan sebutan lato-lato atau nok-nok, sedangkan permainan lato-lato dalam bahasa Inggris disebut dengan clackers.
Pada awal kemunculannya, lato-lato terbuat dari material kaca dan cara bermainnya dianggap berbahaya. Hingga kemudian, material pembuatan lato-lato diganti menjadi berbahan plastik.







