TANGSELXPRESS – Destinasi wisata baru akan hadir di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Destinasi wisata tersebut tinggal selangkah lagi usai kelar dibangun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Destinasi wisata tersebut bernama Kawasan Geodiversita Indonesia yang berada di Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu 28 Desember 2022.
Selain membangun fasilitas Kawasan Geodiversitas, BRIN juga berkontribusi menjadi pendamping pengelolaan homestay bagi masyarakat di sekitarnya. Tentunya dengan adanya hal tersebut, wilayah Karangsambung, Kebumen berpotensi memiliki kawasan wisata baru.
Melansir BRIN.go.id, BRIN tengah merampungkan pembangunan fasilitas Kawasan Geodiversitas Indonesia di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu 27 Desember 2022 lalu.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menjelaskan terkait hal itu. Menurut Laksana, Kawasan Geodiversitas Indonesia berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kebumen. Hal itu pun lantaran juga adanya dukungan keberadaan Geopark Karangsambung-Karangbolong.
“Kawasan Geodiversitas Indonesia yang berada di Karangsambung dapat menjadi destinasi baru di Jawa Tengah yang potensial,” terang Laksana Tri Handoko seperti dikutip TANGSELXPRESS melalui BRIN.go.id.
Kendati demikian, Handoko menambahkan bahwa keberadaan Kawasan Geodiversitas Indonesia dapat membawa dampak positif pada masyarakat. Sebab, kata Handoko, selain membangun fasilitas Kawasan Geodiversitas, BRIN juga berkontribusi menjadi pendamping pengelolaan homestay bagi masyarakat di sekitarnya.
Handoko menjelaskan, hingga saat ini terdapat 31 homestay binaan BRIN yang tersebar di Desa Karangsambung, Peniron, dan Seboro, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
“Ini akan menjadi pioneer pengembangan ekonomi, khususnya di jalur Karangsambung. Hubungan baik dengan masyarakat sekitar perlu dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Utama, BRIN Nur Tri Aries Suestiningtyas menekankan pentingnya mengembangkan Kawasan Geodiversitas Indonesia.
“Ini merupakan aset strategis nasional yang menjadi referensi bagi para ahli geologi, oleh sebab itu ke depan pengelolaannya perlu dilakukan dengan baik,”jelas Nur Tri Aries Suestiningtyas.
Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Iwan Setiawan. Menurut Iwan Karangsambung telah menjadi Kawah Candradimuka bagi para ahli geologi nasional maupun internasional.
“Di sini kita dapat melihat secara langsung bukti-bukti fenomena kebumian yang luar biasa, bumi berputar, lempeng bergerak, batuan yang ada di dasar samudera tersingkap ke permukaan,” ungkapnya.
Iwan menegaskan, peran periset BRIN dalam mengawal Geopark Karangsambung-Karangbolong perlu dilanjutkan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya dua kelompok riset di Karangsambung terkait Geodiversitas serta Geoheritage dan Geopark.
“Peneliti di sini turut berkontribusi dengan Pemda Kebumen dalam mengusulkan Geopark Karangsambung-Karangbolong menjadi Unesco Global Geopark,” ungkap Iwan Setiawan.
Sementara itu, hal lain yang tidak kalah penting dalam pengelolaan Kawasan Geodiversitas Indonesia adalah aspek edukasinya.
“Perlu infrastruktur tambahan yang dapat memuat informasi edukasi kebumian untuk mahasiswa, supaya mengetahui fenomena kebumian apa saja yang mungkin dan dapat terjadi di sini,” ungkap Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari.
Menurutnya, Kawasan Geodiversitas Indonesia juga berpotensi menjadi stasiun lapangan bagi periset BRIN dan stakeholder lainnya.
Apalagi Kawasan Geodiversitas Indonesia dilengkapi dengan fasilitas laboratorium di Gedung Geodiversity, ruang pamer di Gedung Geokonservasi, dan dormitory. Adapun fasilitas utama di Gedung Geodiversity adalah berupa rock repository dan sediment core storage.







