TANGSELXPRESS – Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri melakukan operasi senyab di Kelurahan Malabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).
Pada operasi tersebut, Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris yang terlibat pada tragedi bom Polsek Astanaanyar.
Kapolsek Lengkong AKP Imam Zarkasih membenarkan adanya kegiatan dari Densus 88 Anti Teror tersebut.
Menurut dia, kegiatan penggeledahan tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.
“Memang ada pemeriksaan, tapi itu masih didalami,” kata Imam di lokasi penggeledahan.
Sementara itu, Ketua RW 5 Kelurahan Malabar Agus Suherman mengatakan, aparat melakukan penggeledahan selama sekitar dua jam.
Menurut dia, warga di lingkungannya yang diduga terlibat tragedi bom Astanaanyar itu berinisial DY (37).
Dia menjelaskan, sejumlah barang-barang yang dibawa dari rumah DY oleh aparat itu berupa beberapa dus, buku-buku, dan sejumlah surat.
“Itu kediaman ibunya DY, kalau yang bersangkutan nggak ada tadi, kemungkinan sudah diamankan,” ucap Agus.
Agus mengatakan, DY sudah tidak terlihat dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan, kata dia, DY sudah tidak ada di lingkungannya setelah adanya tragedi bom Astanaanyar, Rabu (7/12).
Sehari-hari, menurutnya, DY bekerja sebagai petugas parkir di sebuah toko swalayan yang berada di Jalan Ramdan, Kota Bandung.
Menurutnya, DY sudah menikah tetapi belum memiliki anak.
“Pribadi nya baik kalau di dalam (lingkungan), sosialnya juga baik, tapi kami nggak tahu kalau di luar,” ujar dia.







