• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 18 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Sastra dan Media Sarana Untuk Membangun Hegemoni

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Oktober 28, 2022
in PENDIDIKAN
Reading Time: 3min read
Sastra dan Media Sarana Untuk Membangun Hegemoni

Ilustrasi.

70
SHARES
156
VIEWS

TANGSELXPRESS- Seiring perkembangan zaman, teknologi dan alat komunikasi pada era globalisasi pun semakin pesat. Perkembangan teknologi ini dijadikan sebagai wahana untuk membentuk ideologi di tengah masyarakat oleh sastrawan lewat karyanya.

Tidak bisa dipungkiri pada zaman sekarang ini media menjadi sebuah hal yang tak terelakkan lagi. Semua akses kehidupan sudah dimasuki oleh media. Dalam ranah sastra sendiri, perkembangan teknologi ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk menyalurkan aspirasi dan pembentukan ideologi di tengah masyarakat melalui sebuah karya sastra.

Jika pada zaman penjajahan hingga masa pemerintahan Soeharto, akses media sangat dibatasi karena dianggap bisa menjatuhkan rezim penguasa pada saat itu, lain halnya pada masa orde baru hingga sekarang penyampaian ideologi sangat demokratis.

Sastra di sini memiliki cara tersendiri dalam penyampaian ideologi tersebut. Seorang sastrawan melalui kreativitasnya dalam melihat fenomena yang terjadi di dalam masyarakat dapat menghasilkan sebuah karya dengan menyelipkan ideologi yang kuat sehingga pembacanya dapat terpengaruh dan disadari atau tanpa disadari juga akan membentuk ideologi pembaca tersebut.

Ilmu sastra menunjukkan keistimewaan yaitu bahwa objek kajiannya tidak tentu dan memiliki cakupan yang luas. Sudah banyak berbagai pihak yang memberikan batasan yang tegas mengenai definisi sastra itu sendiri melalui pendekatan-pendekatan yang berbeda.

BACA JUGA :  Kebijakan Moneter Bank Indonesia Berdasarkan Prinsip Syariah

Namun, batasan nama yang pernah diberikan oleh ilmuwan ternyata diserang, ditentang, disangsikan, atau terbukti tidak kesampaian karena hanya menekankan satu aspek atau beberapa aspek saja, atau hanya berlaku untuk sastra tertentu. Masalahnya, secara instuisi kita semua sedikit banyaknya tahu gejala apakah yang hendak disebut sastra, tetapi begitu kita coba membatasinya, gejala itu luput lagi dari tanggapan kita.

Media sosial dalam hal ini mengambil peranan penting sebagai alat penyalur ideologi pengarang kepada masyarakat. Saat ini media elekronik (media sosial) lebih memiliki kekuasaan dibandingkan media cetak.

Apa itu sastra? Mendengar kata sastra imajinasi kita langsung dihadapkan dengan berbagai bentuk karya seperti cerpen, novel, puisi, dan drama. Terlepas dari bentuk tersebut sastra itu sendiri mempunyai suatu tujuan dalam penyampian isi yang kaya akan makna.

Banyak ahli sastra yang mencoba mendefinisikan sastra dan membentuk suatu konsep, tetapi definisi itu tidaklah bisa mencajadi suatu acuan untuk mendefenisikan apa itu sastra? Sebab sastra mempunyai kajian ruang lingkup yang luas.

BACA JUGA :  STUDENT JOURNALISM: Bimsalabim! Siswa SMAN 1 Tangsel “Sulap” Sampah Organik Jadi Kain Ecoprint dan Pupuk Ecoenzym

Salah satu batasan “sastra“ adalah segala sesuatu yang tertulis dan tercetak. Cara lain untuk memberi definisi pada sastra adalah membatasinya pada “mahakarya” yaitu buku-buku yang dianggap menonjol karena bentuk, ekspresi dan eksistensi sastranya.

Nampaknya istilah “sastra” itu sendiri paling tepat diterapkan pada seni sastra, yaitu sastra sebagai karya imajinatif.

Cara yang paling mudah untuk masalah pembatasan sastra itu sendiri adalah merinci penggunaan bahasa yang khas pada sastra.

Bahasa merupakan bahan baku kesusastraan, tetapi harus disadari bahwa bahasa bukan benda mati, melainkan ciptaan manusia dan memiliki muatan budaya dan linguistik dari kelompok pemakai bahasa tertentu.

Bahasa sastra penuh ambiguistas serta memiliki kategori-kategori yang tidak beraturan dan tidak rasional. Karya sastra juga penuh dengan asosiasi mengacu pada ungkapan atau karya yang diciptakan sebelumnya, dengan kata lain bahasa sastra sangat “konotatif” sifatnya.

Peran Media Sosial Terhadap Sastra Dalam Membangun Hegemoni

Teknologi dan informasi berkembang pesat di era globalisasi saat ini. Hal tersebut tidak terlepas dari peningkatan logika dan pemikiran manusia. Imbasnya, komunikasi menjadi bagian terpenting bagi kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :  UIN Jakarta Kerja Sama dengan Universitas Islam Madinah

Salah satu ciri masyarakat modern ditandai dengan ketergantungan memperoleh dan menggunakan media komunikasi seperti media sosial. Media komunikasi dalam hal ini media sosial yang menjelma menjadi alat propaganda paling efektif.

Selain itu, media sosial juga dapat sebagai pengantar untuk mengubah pola pikir masyarakat. Media dipandang sebagai agen konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas sesuai dengan kepentingannya dan merupakan wujud dari penyalur ideologi kepada masyarakat.

Media sosial sebagai arena kontestasi kekuasaan untuk membangun ideologi oleh kelompok tertentu. Selain itu, juga dapat menjadi saluran paling ekspresif, dan merdeka dalam menyampaian pemikiran- pemikiran.

Penggunaan teknologi di berbagai bidang juga semakin meningkat. Perkembangan teknologi juga mengalami inovasi yang cukup cepat, khususnya teknologi internet, seperti media- media sosial. Media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dan blog menjadi wadah dalam penyampaian aspirasi dan ideologi. Pengarang dalam hal ini memanfaatkan perkembangan teknologi pada media sosial sebagai alat penyalur ideologi pengarang untuk membangun kekuasaan di tengah masyarakat.

Penulis: Ahmad Haetami (Mahasiswa Universitas Pamulang dalam rangka tugas kuliah)

Previous Post

Eksistensi Pembelajaran Sastra Indonesia dalam Menyongsong Revolusi Industri 5.0

Next Post

Resmi Jadi Wakil Ketua KPK, Begini Janji Johanis Tanak

Related Posts

Perkuat Tata Kelola Fakultas, Rektor UI Lantik Pimpinan Baru dan Tekankan Peran Dekan Layaknya CEO
PENDIDIKAN

Profil Heri Hermansyah, Rektor UI yang Sukses Menembus Peringkat 200 Dunia

Januari 14, 2026
148
Pengendalian Organisasi Jasa Keuangan Studi Kasus PT Asuransi Jiwasraya
PENDIDIKAN

Megaskandal Keuangan: Kasus PT Asuransi Jiwasraya dan Kegagalan Audit

Desember 19, 2025
2.4k
Peran Teknologi dalam Menyongsong Kemajuan Ekonomi UMKM
PENDIDIKAN

Dampak Negatif Teknologi dan Informasi

Desember 17, 2025
3.1k
Mahasiswa Akuntansi Unpam Gelar PKM di SMK Gyokai Bertema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
DUNIA KAMPUS

Mahasiswa Akuntansi Unpam Gelar PKM di SMK Gyokai Bertema Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Desember 16, 2025
3.5k
Pengaruh Positif Makanan dan Minuman Manis 
DUNIA KAMPUS

Pengaruh Positif Makanan dan Minuman Manis 

Desember 9, 2025
2.8k
UNPAM Selenggarakan Seminar Nasional Simfoni Kreasi 2025, Tekankan Penguatan Smartpreneur di Era AI
PENDIDIKAN

UNPAM Selenggarakan Seminar Nasional Simfoni Kreasi 2025, Tekankan Penguatan Smartpreneur di Era AI

Desember 4, 2025
3.2k
Next Post
Jokowi Resmi Lantik Johanis Tanak sebagai Wakil Ketua KPK

Resmi Jadi Wakil Ketua KPK, Begini Janji Johanis Tanak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com