• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI EKONOMI BISNIS

Apakah Benar Pertalite Jadi Lebih Boros? Nih Kata Ahlinya

asyari by asyari
Oktober 6, 2022
in EKONOMI BISNIS, NEWS
Reading Time: 2min read
Tiga Alasan Pemerintah Tak Perlu Menaikkan Harga BBM

Ilustrasi pengisian BBM bersubsidi di SPBU. Foto: Tangkapan layar Instagram/@pertamina

71
SHARES
157
VIEWS

TANGSELXPRESS – Usai harga BBM naik, sempat viral anggapan jenis Pertalite jadi lebih boros.

Bahkan sempat beredar juga perbandingan gambar antara Pertalite sebelum kenaikan harga dan yang terbaru.

Pihak Pertamina sendiri sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada penurunan kualitas Pertalite setelah naik harga.

Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, saat mengisi bensin di SPBU perlu diperhatikan dalam memilih patokan dalam pembelian.

“Tak sedikit kebiasaan pemilik kendaraan beli bensin berdasarkan nominal (patokan) Rupiah, bukan literan,” katanya dilansir dari Otomania.

Menurut dia, tak sadar kenaikan harga Pertalite dengan pembelian nominal yang sama tentu mengurangi jumlah literan yang didapat.

BACA JUGA :  Mulai September, Beli Pertalite di SPBU Jakarta Pakai MyPertamina

Awalnya Pertalite dijual Rp 7.650/liter naik jadi Rp 10.000/liter. Biasanya beli Rp 100 ribu dapat 13,07 liter, sekarang hanya 10 liter.

Jadi, kata dia, kesalahannya ternyata ketika mengisi bensi di SPBU dalam memilih patokan dalam pembelian.

“Karena lebih sedikit dapatnya jadi penggunaan Pertalite terasa lebih boros dari segi jarak tempuh yang bisa dicapai,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pertalite jadi lebih boros bisa karena BBM itu sendiri. Salah satu faktor yang berpengaruh perubahan kandungan nilai kalor di dalamnya.

“Nilai kalor menentukan besaran energi densitas per liter yang dihasilkan dari massa jenis bahan bakar,” terangnya.

Nilai kalor bisa berubah dari proses pengolahan minyak mentah di kilang menjadi nafta.

BACA JUGA :  Jamu Persija, Persebaya Siap Manfaatkan Hal Ini

Dalam pembuatan bahan bakar, nafta yang dihasilkan terkadang bisa tinggi atau bisa rendah bergantung dari kualitas minyak mentah.

“Karena spesifikasi nafta hasil produksi kilang berubah-ubah terus, maka setiap parameter spesifikasi bahan bakar dinyatakan dalam batasan minimum dan maksimum,” jelasnya.

Pada Pertalite, batasan rentang massa jenis densitas energi 715 kg/m3 sampai 770 kg/m3. Ketika massa jenis yang didapat paling rendah, densitas energi yang dihasilkan lebih kecil.

Sehingga energi per liter Pertalite yang dibakar mesin menghasilkan tenaga yang kecil. Inilah yang membuat konsumsi BBM jadi lebih boros karena untuk tenaga yang setara butuh volume bahan bakar lebih banyak.

Selain dari proses pengolahan, nilai kalor juga bisa berubah akibat suhu udara dan tangki bahan bakar.

BACA JUGA :  Ada 50 Wilayah yang Wajib Gunakan Aplikasi MyPertamina, Termasuk Jakarta Timur

“Pengaruhnya ke massa jenis bahan bakar yang menentukan nilai kalor untuk menghasilkan densitas energi,” tutur Pak Yus.

Ketika suhu meningkat, massa jenis bahan bakar akan mengembang. Namun densitas energi yang dihasilkan bisa lebih kecil sehingga energi yang dibakar lebih rendah.

Pak Yus juga melihat isu Pertalite paska kenaikan harga mudah menguap.

“Kalau penguapan rasanya tidak mungkin, kerugian SPBU bisa sangat besar karena sudah ada target minimum volume Pertalite yang dijual harian,” kata Pak Yus.

“Jika penguapan berlebih, volume Pertalite yang diterima tidak sebanyak saat diisi ke kendaraan,” tandasnya.

Tags: borosPertalite
Previous Post

Anda Wajib Tahu, Faktor Pemicu Serangan Jantung pada Generasi Muda

Next Post

Viral Salah Cetak Al-Quran, Kemenag Bilang Begini

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Viral Salah Cetak Al-Quran, Kemenag Bilang Begini

Viral Salah Cetak Al-Quran, Kemenag Bilang Begini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com