TANGSELXPRESS – Perkembangan zaman sudah pasti akan berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi, terutama media sosial (medsos) yang dewasa ini penggunaannya semakin masif. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, nyatanya media sosial sudah menjadi kebutuhan masyarakat untuk berinteraksi antara satu dengan lainnya.
Melihat begitu strategisnya peran medsos, anggota KPU Betty Epsilon Idroos menilai media sosial harus menjadi tempat edukasi bagi masyarakat. Apalagi di masa tahapan pemilu yang sudah mulai diselimuti oleh beredarnya berita bohong (hoaks) di lini masa.
“Kami tahu ke depan ada banyak yang harus kita tindaklanjuti. Akan banyak sekali berita hoaks termasuk di media sosial. Media sosial harus menjadi pasar untuk membantu mengedukasi semua orang terkait dengan Pemilu Tahun 2024,” ucap Betty seperti dikutip dari laman KPU saat hadir di Google Indonesia, Kamis (8/9).
Betty berharap dengan perhatian yang tepat akan fungsi dari medsos maka akan tercipta tembok yang tebal untuk mencegah berita bohong beredar di masyarakat. Dan KPU ditegaskannya, akan bersungguh-sungguh memberikan informasi yang valid kepada masyarakat.
“Harus kita sadari bahwa informasi tangan pertama itu harusnya KPU, terkait dengan penyelenggaraan pemilu, jadi harusnya tangan pertama KPU. Dari calon, partai politik mana yang akan maju, kenapa ini tidak lolos, kenapa ini lolos, itu kan terlalu banyak hoaks beredar di luar sana,” ungkap Betty yang juga turut didampingi oleh Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Setjen KPU Andre Himawan Putra, Sub Koordinator Informasi Publik dan Media Sosial Setjen KPU Reni Rinjani dan Tenaga Ahli KPU Mega Yudha.
Sementara itu, Direktur Hubungan Pemerintahan dan Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan KPU. “Ini timing-nya pas. Mari kita jajaki bareng, kita brainstorming bareng, apa yang bisa (kita) kerjakan bareng untuk mempersiapkan diri lebih baik tahun depan dan 2024,” ucap Putri.







