• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 19 Januari, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Jelang Hari Anak Nasional, TII Dorong Penanganan Stunting dan Implementasi Program Indonesia Pintar

Aenna Rahman by Aenna Rahman
Juli 20, 2022
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
Jelang Hari Anak Nasional, TII Dorong Penanganan Stunting dan Implementasi Program Indonesia Pintar
62
SHARES
137
VIEWS

TANGSELXPRESS- Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini akan berlangsung dengan mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Nisaaul Muthiah, menyatakan beberapa aspek perlindungan anak yang penting adalah pada pemenuhan hak kesehatan dan pendidikan, yang merupakan target ketiga dan keempat Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kajian bulanan The Indonesian Institute Edisi bulan Juli 2022, Nisaaul menganalisis dua topik yang menjadi salah satu upaya pemenuhan hak kesehatan dan pendidikan anak, yakni mendorong penanganan stunting dan perbaikan implementasi Program Indonesia Pintar (PIP).

Angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 masih 24,4 persen. Kondisi tersebut masih sangat jauh dari target SDGs. Menurut Nisaaul, pengakhiran kejadian stunting sangat penting bagi perkembangan anak dan pembangunan bangsa, sebab stunting adalah ancaman besar bagi perkembangan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA :  PSI Kembali Kehilangan Kader, Peneliti TII: Bukan Suatu Hal yang Baru

“Berbagai faktor yang perlu dioptimalkan untuk mengakhiri _stunting_ diantaranya yakni memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, kualitas layanan kesehatan, lingkungan yang ramah bagi perempuan, serta pola asuh yang berkualitas dan berperspektif gender,” papar Nisaaul.

Nisaaul menyatakan bahwa ketahanan pangan rumah tangga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan. Selain itu, lingkungan yang ramah bagi perempuan diperlukan untuk mendukung ibu dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif hingga bayi berusia enam bulan.

ASI eksklusif sangat penting untuk mencegah stunting. Namun, belum semua tempat kerja menyediakan tempat menyusui bagi ibu, seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2013 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

BACA JUGA :  Hasil Piala Afrika 2023: Salah Selamatkan Mesir, Ghana Tumbang

“Kesadaran berbagai pihak dalam penghapusan stunting sangat diperlukan, termasuk sektor privat dan pemerintah untuk mempertegas berbagai aturan pencegahan stunting yang sudah ada.

Selain itu, kita juga perlu mendorong dan mengawasi pengesahan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) untuk memperkuat upaya pencegahan dan penghapusan stunting di Indonesia,” jelas Nisaaul.

Selanjutnya terkait pemenuhan hak pendidikan anak, Nisaaul menyatakan bahwa banyaknya anak yang belum mampu mengakses layanan pendidikan menunjukkan belum berhasilnya PIP dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, utamanya pada anak dari keluarga miskin.

“Di tahun 2021, terdapat sekitar 29 persen anak usia sekolah dasar dan menengah yang tidak bersekolah. Mayoritas anak tersebut berasal dari keluarga miskin. Banyak anak dari kelompok tersebut yang tidak mengikuti PIP.

BACA JUGA :  Libatkan Berbagai Instansi dan Lintas Sektor, APBN Targetkan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Tiga Intervensi

Oleh karena itu, Kemendikbudristek dan Kementerian Agama perlu memperluas cakupan penerima PIP. Selain memperluas cakupan penerima, pemerintah terkait juga perlu memperbesar jumlah bantuan PIP dan menyesuaikannya dengan biaya pendidikan di masing-masing daerah.

Pasalnya, sejak tahun 2014, jumlah besaran bantuan program tersebut tidak pernah meningkat, padahal kebutuhan pendidikan selalu meningkat tiap tahunnya. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah diperlukannya perbaikan data penerima PIP untuk meminimalisir penyelewengan dana bantuan,” pungkas Nisaaul.

Tags: Hari Anak NasionalProgram Indonesia PintarstuntingTII
Previous Post

MK Tolak Permohonan Legalisasi Ganja Medis

Next Post

Kesehatan Fred Durst Memburuk, Limp Bizkit Tunda Sisa Tur

Related Posts

LLD Universitas Pamulang Buktikan Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Wacana
PENDIDIKAN

LLD Universitas Pamulang Buktikan Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Wacana

Januari 19, 2026
2.6k
Breaking News: Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
DAERAH

Breaking News: Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Januari 19, 2026
1.2k
TNI AD Ungkap Penemuan Mesin ATR 42-500 di Cuaca Ekstrem Gunung Bulusaraung
DAERAH

TNI AD Ungkap Penemuan Mesin ATR 42-500 di Cuaca Ekstrem Gunung Bulusaraung

Januari 19, 2026
136
Diperiksa Sebagai Tersangka, Richard Lee Dicecar 73 Pertanyaan
MEGAPOLITAN

Kurang Fit, Polda Metro Batal Periksa Dokter Richard Lee

Januari 19, 2026
1.3k
Namanya Diseret Warganet Usai Buku Aurelie Terbit, Ello Cuma Bilang Begini
SELEBRITI

Namanya Diseret Warganet Usai Buku Aurelie Terbit, Ello Cuma Bilang Begini

Januari 19, 2026
145
Identifikasi Korban ATR 42-500, Polisi Lakukan Tes DNA Keluarga
DAERAH

Identifikasi Korban ATR 42-500, Polisi Lakukan Tes DNA Keluarga

Januari 19, 2026
2.4k
Next Post
Kesehatan Fred Durst Memburuk, Limp Bizkit Tunda Sisa Tur

Kesehatan Fred Durst Memburuk, Limp Bizkit Tunda Sisa Tur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com