TANGSELXPRESS– Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan seluruh program pembangunan di wilayahnya harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Benyamin usai menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kabupaten Badung, Bali.
Menurut Benyamin, ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut tidak sekadar menjadi arena untuk mengejar penghargaan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas kinerja pelayanan publik.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat empat sektor yang menjadi fokus penilaian, yakni penyediaan rumah layak huni, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta efisiensi pengelolaan sampah dan lingkungan.
“Sektor hunian menjadi salah satu fokus perbaikan nyata di Tangerang Selatan. Memasuki tahun ini, pemerintah kota telah menyelesaikan perbaikan 329 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di tujuh kecamatan,” kata Benyamin.
Program perbaikan rumah tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga miskin, serta penyandang disabilitas.
Pemkot Tangsel mengalokasikan bantuan sebesar Rp75 juta per unit untuk kebutuhan material dan tenaga kerja.
Benyamin mengatakan, program tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan Tangsel.
Layanan Kesehatan Jemput Bola
Di sektor kesehatan, Pemkot Tangsel terus mengembangkan pelayanan dengan pendekatan jemput bola melalui program Ngider Sehat Premium.
Program tersebut merupakan pengembangan dari layanan kesehatan yang telah berjalan sejak 2021. Kini, layanan diperkuat dengan tenaga dokter dan armada medis yang dilengkapi peralatan pemeriksaan, di antaranya USG dan EKG.
Petugas mendatangi langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan, mulai dari lansia, ibu hamil, balita, hingga warga dengan keterbatasan mobilitas.
Upaya tersebut melengkapi capaian Pemkot Tangsel sebelumnya. Pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch I, Tangsel meraih Terbaik III Regional Jawa-Bali dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Selain sektor kesehatan dan perumahan, Pemkot Tangsel juga terus melakukan pembenahan di bidang pendidikan serta pengelolaan sampah dan lingkungan.
Keberhasilan Tak Diukur dari Penghargaan
Benyamin menyadari perkembangan Tangsel sebagai kawasan perkotaan membawa konsekuensi terhadap meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Warga, kata dia, menuntut pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Karena itu, proses evaluasi dan penilaian dari pemerintah pusat dinilai penting sebagai bahan untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, hingga tata kelola pelaporan program pembangunan.
Namun, Benyamin menegaskan keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh penghargaan yang diraih pemerintah daerah.
Ukuran paling penting adalah seberapa besar program pembangunan memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.







