TANGSELXPRESS– Dampak aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026), masih terasa hingga Jumat (28/8/2026) pagi.
Penutupan sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR membuat PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian layanan. Sejumlah rute untuk sementara dihentikan, sementara beberapa layanan lainnya dialihkan.
Selain penutupan jalan, kerumunan massa juga dilaporkan terlibat kericuhan di kawasan kolong flyover Slipi-Petamburan pada Jumat pagi.
Mengutip akun X resmi Transjakarta, @PT_Transjakarta, informasi layanan sekitar pukul 08.00 WIB menyebut sejumlah rute yang terdampak penghentian sementara.
Berikut layanan Transjakarta yang sementara tidak beroperasi:
- Koridor 1W Blok M–Ancol sementara tidak beroperasi karena penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.
- Koridor 1B Stasiun Palmerah–Transport Hub Dukuh Atas sementara tidak beroperasi.
- Rute 1F Stasiun Palmerah–Bundaran Senayan sementara tidak beroperasi.
- Koridor SH2 Blok M–Soekarno-Hatta sementara tidak beroperasi.
- Koridor 8N, 8C, dan 9E sementara tidak melayani pelanggan akibat penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.
Selain penghentian sementara, Transjakarta juga melakukan pengalihan terhadap sejumlah rute.
Rute Transjakarta yang Dialihkan
Koridor T11 Poris Plawad–Petamburan dialihkan menjadi Poris Plawad–Jelambar karena adanya penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.
Untuk sementara, rute T11 juga tidak melayani perjalanan dari Halte RS Harapan Kita 1 hingga bus stop akses bawah flyover Slipi untuk kedua arah.
Sementara itu, Koridor T31 PIK 2–Blok M turut mengalami pengalihan. Rute tersebut sementara tidak melayani halte mulai dari Halte Gerbang Pemuda hingga Kemanggisan.
Transjakarta menyampaikan penyesuaian layanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan situasi keamanan di sekitar Gedung DPR/MPR serta kawasan Slipi-Petamburan.
Masyarakat yang hendak menggunakan layanan Transjakarta di kawasan terdampak diimbau memantau informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan, karena perubahan rute dan penghentian layanan dapat kembali disesuaikan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.







