TANGSELXPRESS– Aktivitas penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, mulai meningkat pada Kamis siang, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 14.10 WIB. Kondisi tersebut terjadi di tengah aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.
Meski jumlah penumpang mulai ramai, operasional Stasiun Palmerah hingga saat ini masih berlangsung normal dan kondusif.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah penumpang terlihat keluar dari stasiun menuju halte Palmerah yang mengarah ke kawasan Gedung DPR RI.
Sejumlah personel kepolisian juga tampak berjaga di pintu keluar menuju jembatan penyeberangan orang (JPO) dan halte Palmerah.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penumpang sebagai langkah antisipasi keamanan. Penumpang juga masih terus berdatangan dan sebagian memilih keluar stasiun menuju arah Gedung DPR RI.
Meski demikian, secara keseluruhan kondisi Stasiun Palmerah masih terkendali. Seluruh peron tetap dibuka dan perjalanan kereta berlangsung normal tanpa pengalihan rute.
KAI Commuter Siapkan Rekayasa Perjalanan
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pihaknya telah menyiapkan skenario penyesuaian operasional perjalanan kereta secara situasional.
Penempatan personel keamanan difokuskan di sejumlah stasiun strategis, antara lain Palmerah, Sudirman, BNI City, Tanah Abang, dan Juanda.
“KAI Commuter melakukan penambahan personel pengamanan di stasiun-stasiun strategis. Jika diperlukan, KAI Commuter juga akan melakukan pengaturan pola operasi perjalanan Commuter Line mengikuti situasi di lintas,” kata Karina kepada RRI.CO.ID, Kamis, 27 Agustus 2026.
Penambahan personel dilakukan untuk mengantisipasi kondisi yang berkembang di sekitar stasiun maupun jalur perjalanan Commuter Line.
Rinciannya, sebanyak 20 personel ditempatkan di Stasiun Palmerah, 21 personel di Stasiun Sudirman, dan 37 personel di Stasiun Tanah Abang.
Sementara itu, Stasiun Juanda diperkuat 28 personel, sedangkan BNI City mendapat tambahan 20 personel keamanan.
1.065 Perjalanan KRL Tetap Dioperasikan
KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.065 perjalanan untuk melayani mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek.
Namun, perusahaan telah menyiapkan rekayasa perjalanan apabila situasi di lintasan membutuhkan penyesuaian.
Rekayasa tersebut akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan lalu lintas di sekitar jalur maupun stasiun.
“KAI Commuter akan melakukan antisipasi dengan melakukan rekayasa pola operasi secara situasional sesuai dengan kondisi di lintas,” ujar Karina.
Hingga Kamis sore, Stasiun Palmerah masih beroperasi normal, sementara petugas keamanan terus disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di sekitar kawasan Gedung DPR RI.







