TANGSELXPRESS – Pernah tanpa sadar berbicara sendiri ketika sedang berpikir, mengerjakan sesuatu, atau mencari barang? Kebiasaan tersebut sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menandakan seseorang sedang menggerutu atau mengalami masalah tertentu.
Berbicara kepada diri sendiri dapat menjadi bagian dari self-talk, yaitu proses ketika seseorang berbicara atau memberikan respons kepada dirinya sendiri. Self-talk bisa dilakukan dalam hati maupun diucapkan secara langsung.
Melansir Healthline, self-talk dapat membantu seseorang menyelesaikan masalah, mengarahkan perhatian, memberikan motivasi, hingga memahami pengalaman yang sedang dihadapi. Karena itu, sesekali berbicara kepada diri sendiri bukan sesuatu yang perlu dianggap aneh.
Lantas, apa saja manfaat self-talk?
1. Membantu Mengarahkan Pikiran
Ketika banyak hal memenuhi pikiran, mengucapkan apa yang sedang dipikirkan dengan suara keras dapat membantu melihat suatu persoalan secara lebih jelas.
Seseorang dapat menguraikan masalah yang sedang dihadapi, kemudian menentukan langkah yang perlu dilakukan. Cara ini juga dapat membantu memecah persoalan yang terasa rumit menjadi beberapa bagian yang lebih mudah diselesaikan.
Self-talk juga dapat digunakan ketika mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan beberapa tahapan. Menyebutkan langkah berikutnya dengan suara pelan dapat membantu perhatian tetap tertuju pada tugas yang sedang dikerjakan.
2. Membantu Meningkatkan Fokus
Berbicara kepada diri sendiri dapat membantu menjaga konsentrasi agar perhatian tidak mudah teralihkan.
Misalnya, ketika sedang belajar, Anda dapat menjelaskan kembali materi menggunakan kata-kata sendiri. Cara tersebut dapat membantu memastikan bahwa informasi yang dipelajari benar-benar dipahami.
Hal serupa juga dapat dilakukan ketika bekerja atau menyelesaikan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dengan mengucapkan langkah-langkah tertentu, perhatian dapat lebih terarah pada pekerjaan yang sedang dilakukan.
3. Memberikan Motivasi kepada Diri Sendiri
Self-talk juga dapat menjadi cara sederhana untuk memberikan dorongan kepada diri sendiri ketika menghadapi situasi sulit.
Misalnya, ketika mendapatkan tugas yang terasa berat, Anda dapat mengatakan, “Saya coba satu langkah dulu.” Kalimat sederhana tersebut dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa kewalahan menuju hal yang masih bisa dilakukan.
Healthline juga membahas penggunaan kata “Anda” atau menyebut nama sendiri ketika melakukan self-talk. Cara tersebut dapat menciptakan jarak psikologis dari suatu masalah sehingga seseorang dapat melihat situasi dengan lebih objektif.
4. Membantu Memahami Perasaan
Berbicara kepada diri sendiri juga dapat membantu ketika seseorang kesulitan memahami emosi yang sedang dirasakan.
Anda dapat mencoba mengutarakan perasaan melalui pertanyaan sederhana, seperti, “Sebenarnya apa yang membuat saya kecewa?” atau “Apa yang membuat saya merasa khawatir?”
Mengucapkan pikiran dengan suara keras terkadang dapat membuat sesuatu yang sebelumnya terasa samar menjadi lebih mudah dikenali. Dengan cara tersebut, seseorang dapat mencoba memahami sumber ketidaknyamanan atau kekhawatiran yang sedang dialami.
5. Membantu Memproses Masalah Sebelum Bertindak
Self-talk juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kembali pikiran sebelum mengambil keputusan.
Dengan mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran, seseorang dapat melihat apakah suatu pemikiran memang sesuai dengan keadaan atau justru dipengaruhi oleh emosi sesaat.
Proses tersebut dapat membantu seseorang mengambil jeda sebelum bereaksi terhadap suatu situasi. Dengan demikian, self-talk dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola pikiran dan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Bicara Sendiri Tidak Selalu Berarti Ada Masalah
Berbicara kepada diri sendiri sesekali merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Self-talk bahkan dapat menjadi alat untuk membantu seseorang berpikir, menjaga fokus, memotivasi diri, dan memahami perasaan.
Namun, jika berbicara sendiri disertai pengalaman lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat seseorang kesulitan membedakan pikiran dengan kenyataan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu menentukan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut.







