TANGSELXPRESS – Satreskrim Polres Purwakarta hingga kini masih menyelidiki kasus kematian Sumarna (40), satpam objek vital Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Memasuki sepekan penyelidikan, polisi mengakui belum berhasil mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Penyelidikan terkendala minimnya saksi yang berada di lokasi kejadian serta terbatasnya kamera pengawas (CCTV) di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Meski demikian, kepolisian memastikan proses penyelidikan terus dilakukan secara intensif.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih mendalami berbagai bukti, termasuk hasil autopsi serta isi percakapan dalam telepon genggam milik korban.
“Hingga saat ini polisi telah memeriksa lebih dari 15 orang saksi, terdiri dari keluarga, rekan korban, hingga memeriksa anggota geng motor yang sempat dikaitkan dengan kematian korban,” ujar AKP I Made Purwantara.
Sumarna sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tenggelam di Waduk Jatiluhur pada Jumat, 24 Juli. Korban ditemukan dengan kedua tangan terborgol sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana.
Selain memeriksa para saksi, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mendatangi Mapolres Purwakarta untuk meminta aparat kepolisian segera menuntaskan pengungkapan kasus tersebut.
“Saya sebelum menemui Kasat Reskrim Polres Purwakarta untuk menanyakan perkembangan kasusnya, terlebih dahulu mendatangi rumah duka untuk memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban,” kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, pengungkapan kasus kematian satpam Jatiluhur harus dilakukan secepat mungkin agar masyarakat Jawa Barat mendapatkan rasa aman dan kepastian hukum.
“Pengungkapan kasus satpam Jatiluhur secara cepat diperlukan agar masyarakat Jawa Barat mendapatkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.







