TANGSELXPRESS– Penantian panjang masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah sekitar 25 tahun menunggu perbaikan, Jembatan Piano yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang kini mulai dibangun.
Suasana haru dan penuh syukur terlihat saat Gubernur Banten Andra Soni meninjau progres pembangunan jembatan pada Selasa (21/7/2026). Meski pekerjaan baru mencapai sekitar 30 persen, kehadiran alat berat dan aktivitas pembangunan sudah cukup menghidupkan kembali harapan warga.
Bagi masyarakat Mekarsari, jembatan ini bukan sekadar bangunan yang melintasi sungai. Jembatan Piano adalah jalur utama yang setiap hari dilalui anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, pedagang mencari nafkah, hingga warga yang hendak mengakses layanan kesehatan.
Tokoh masyarakat Desa Mekarsari, Gulamudin, mengaku selama bertahun-tahun warga hanya bisa berharap. Menurutnya, hampir di setiap pergantian kepemimpinan, Jembatan Piano selalu menjadi objek kunjungan dan janji perbaikan. Namun, realisasinya tak kunjung datang.
“Ketika Pak Gubernur menyampaikan akan memperbaiki jembatan ini, terus terang masyarakat sudah apatis karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata kali ini berbeda. Setelah ditinjau, tidak lama kemudian langsung dibangun. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ujarnya.
Selama ini, kondisi Jembatan Piano memang memprihatinkan. Dibangun secara swadaya oleh warga sekitar 25 tahun lalu, jembatan dengan lebar sekitar 2,5 meter dan bentang 55 meter itu terus digunakan meski kondisinya semakin rapuh.
Lantai kayu yang mulai berlubang dan renggang kerap membahayakan pengguna jalan. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh, sementara kendaraan roda empat sering kesulitan melintas, terutama saat musim hujan.
Nama Jembatan Piano sendiri lahir dari cerita warga. Ketika kendaraan melintas, balok-balok kayu yang longgar saling bergesekan dan mengeluarkan bunyi menyerupai tuts piano.
“Dulu sebelum ada jembatan ini, warga harus menyeberang menggunakan perahu. Karena itu, keberadaan jembatan sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” kata Gulamudin.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan Jembatan Piano merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diterimanya. Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pembangunan selesai pada November 2026 agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan baru nantinya akan memiliki lebar sekitar 5 meter dengan bentang mencapai 60 meter, sehingga mampu dilalui dua kendaraan roda empat secara bersamaan dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Menurut Andra, pembangunan infrastruktur tersebut bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, memperlancar akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Pembangunan Jembatan Piano juga menjadi bagian dari implementasi program Jalan Bang Andra, yang difokuskan pada peningkatan konektivitas antarwilayah di Provinsi Banten.
“Bagi kami, membangun jalan dan jembatan bukan hanya membangun infrastruktur. Yang kami bangun adalah harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita bisa memberikan harapan bagi anak-anak kita di masa depan,” ujar Andra Soni.







