PAMPLONA – Festival San Fermin 2026 di Kota Pamplona, Spanyol, resmi berakhir pada Selasa (14/7) dengan insiden yang kembali memakan korban luka. Sebanyak 10 pria mengalami cedera saat mengikuti tradisi lari banteng pada hari kedelapan sekaligus penutupan festival, sehingga jumlah korban luka sepanjang penyelenggaraan tahun ini mencapai 57 orang.
Mengutip Euronews, Pemerintah Daerah Navarre menyatakan seorang pria berusia 18 tahun mengalami luka tusuk di bagian paha, sementara peserta berusia 46 tahun menderita luka tusuk di dada akibat tandukan banteng. Delapan peserta lainnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami memar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Sementara itu, menurut laporan Anadolu, sejumlah peserta yang terluka pada pelaksanaan lari banteng hari-hari sebelumnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Di antaranya pria berusia 25 tahun yang mengalami cedera pada punggung dan lutut saat lari banteng pada Senin, peserta berusia 30 tahun yang ditanduk banteng pada Sabtu, pria berusia 63 tahun dengan patah tulang pinggul, serta pria berusia 65 tahun yang mengalami pneumotoraks dalam acara pada Jumat.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat selama festival, otoritas setempat menyiapkan 17 pos pertolongan pertama di sepanjang lintasan lari banteng. Fasilitas tersebut terdiri atas sembilan pos medis yang dijaga dokter, perawat, dan petugas tanggap darurat, serta delapan pos pendukung yang dioperasikan petugas pertolongan pertama.
Festival San Fermin yang digelar setiap 7–14 Juli di Pamplona dikenal luas berkat tradisi encierro atau lari banteng. Dalam tradisi tersebut, sekawanan banteng dilepas mengejar ratusan peserta yang berlari menyusuri jalan sempit sepanjang sekitar 850 meter.
Perayaan tahunan itu dibuka dengan pekikan “Viva San Fermin” dari balkon Balai Kota Pamplona, yang kemudian disusul pesta kembang api atau Chupinazo, serta dihadiri ribuan wisatawan dari berbagai negara.
Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-14 ini merupakan bentuk penghormatan kepada San Fermin, seorang senator Kerajaan Romawi yang memeluk agama Kristen atas bimbingan Saint Honestus dan dipercaya sebagai santo pelindung wilayah Navarra. Popularitas festival ini semakin mendunia setelah diangkat oleh Ernest Hemingway dalam novel The Sun Also Rises.
Berdasarkan catatan sejarah, sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam tradisi lari banteng sejak pencatatan dimulai pada 1911. Korban jiwa terakhir terjadi pada 2009, ketika seorang pria asal Spanyol berusia 27 tahun meninggal setelah ditanduk banteng di bagian leher, jantung, dan paru-paru.







