TANGERANG SELATAN– yang digunakan pada partai final Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menjadi saksi lahirnya juara dunia baru, tetapi juga disulap menjadi suvenir eksklusif bernilai tinggi bagi para kolektor dan penggemar sepak bola.
FIFA berencana menjual potongan rumput lapangan usai pertandingan final yang akan digelar di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada 20 Juli WIB.
Program ini menghadirkan empat kategori suvenir yang dibuat dari rumput asli lapangan final. Penjualan hanya diperuntukkan bagi pembeli di Amerika Serikat dan Eropa.
Dari penjualan tersebut, FIFA diperkirakan mampu meraup pendapatan lebih dari 11 juta dolar AS atau sekitar Rp198,89 miliar dengan kurs Rp18.080,55 per dolar AS.
Paket paling eksklusif dibanderol 3.000 dolar AS atau sekitar Rp54,24 juta. Pembeli akan memperoleh potongan rumput berukuran 3 x 3 inci yang digunakan pada laga final.
Selain potongan rumput asli, paket premium tersebut juga dilengkapi replika tiket final berlapis ukiran emas, replika mini bola resmi Piala Dunia, serta miniatur trofi Piala Dunia berbahan kristal.
Bagi penggemar yang menginginkan pilihan lebih terjangkau, FIFA juga menyediakan tiga kategori lainnya, yakni:
- 450 dolar AS atau sekitar Rp8,14 juta
- 900 dolar AS atau sekitar Rp16,27 juta
- 1.200 dolar AS atau sekitar Rp21,70 juta
Seluruh paket akan diproduksi dalam jumlah terbatas, maksimal 2.026 unit untuk setiap kategori sebagai penanda edisi Piala Dunia 2026.
Untuk menjaga kualitas lapangan tetap seragam selama turnamen, FIFA memasang rumput alami baru di seluruh stadion penyelenggara, termasuk stadion yang sehari-hari menggunakan permukaan sintetis.
Beberapa stadion tersebut antara lain Seattle, Atlanta, East Rutherford, Vancouver (Kanada), Arlington (Texas), dan Inglewood (California).
Hingga kini, FIFA belum mengumumkan apakah rumput dari stadion lain yang digunakan sepanjang turnamen juga akan dijual sebagai suvenir atau memiliki pemanfaatan lain setelah kompetisi berakhir.







