MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga sebagai upaya untuk memberikan edukasi yang relevan dengan kondisi sosial yang sedang berkembang, terutama di era digital saat ini.
Perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam pola hidup masyarakat, termasuk di kalangan pelajar. Saat ini, pelajar tidak hanya menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media hiburan sekaligus tempat berbelanja. Fenomena seperti live shopping dan flash sale menjadi sangat populer karena menawarkan kemudahan, harga yang menarik, serta pengalaman belanja yang interaktif.
Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan baru, yaitu munculnya perilaku konsumtif yang cenderung sulit dikendalikan. Banyak pelajar yang melakukan pembelian secara impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan maupun kondisi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan self-control atau pengendalian diri masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, tema “Penguatan Self-Control Pelajar dalam Menghadapi Fenomena Live Shopping dan Flash Sale di Media Sosial” dipilih sebagai bentuk respon terhadap permasalahan tersebut.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal Jum’at, 24 April 2026 di SMK Bina Harapan, dengan sasaran utama siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pelajar SMK dipilih karena mereka berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk tren digital yang berkembang dengan cepat. Selain itu, mereka juga mulai belajar mengelola keuangan sendiri, sehingga penting untuk dibekali pemahaman sejak dini.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya pengendalian diri dalam mengambil keputusan, khususnya dalam aktivitas konsumsi di media sosial. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu pelajar agar lebih kritis dalam menyikapi berbagai strategi pemasaran digital yang seringkali bersifat persuasif dan memicu emosi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan metode penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami. Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi, serta simulasi sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pelajar. Pada sesi awal, peserta diperkenalkan dengan konsep self-control, yaitu kemampuan seseorang dalam mengatur dorongan, emosi, dan keinginan agar tidak bertindak secara berlebihan.
Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana sistem live shopping bekerja. Dalam live shopping, penjual biasanya melakukan siaran langsung untuk mempromosikan produk secara real-time, disertai dengan berbagai penawaran menarik seperti diskon terbatas, bonus, atau testimoni langsung. Strategi ini dirancang untuk menciptakan kedekatan emosional antara penjual dan pembeli, sehingga mendorong keputusan pembelian secara cepat.
Selain itu, dibahas pula mengenai fenomena flash sale, yaitu strategi penjualan dengan waktu yang sangat terbatas dan jumlah produk yang terbatas. Kondisi ini seringkali membuat konsumen merasa takut kehabisan (fear of missing out/FOMO), sehingga melakukan pembelian tanpa pertimbangan matang. Pelajar diajak untuk memahami bahwa strategi ini memang dirancang untuk memicu keputusan impulsif.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim PKM memberikan beberapa tips sederhana namun efektif dalam meningkatkan self-control, di antaranya:
- Membuat daftar kebutuhan sebelum berbelanja agar tidak mudah tergoda oleh promo.
- Membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga pengeluaran menjadi lebih terarah.
- Menunda pembelian selama beberapa waktu untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar diperlukan.
- Menetapkan batas anggaran agar tidak terjadi pemborosan.
- Mengurangi paparan terhadap konten promosi yang berlebihan di media sosial.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai kebiasaan belanja online mereka, terutama saat mengikuti live shopping atau flash sale. Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa sebagian besar pelajar pernah melakukan pembelian impulsif karena tergiur diskon atau tekanan waktu.
Untuk memperkuat pemahaman, dilakukan juga simulasi sederhana di mana peserta diminta untuk menganalisis sebuah kasus promosi digital dan menentukan apakah mereka akan membeli produk tersebut atau tidak, beserta alasannya. Melalui kegiatan ini, pelajar dilatih untuk berpikir lebih rasional dan tidak mudah terbawa emosi.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya self-control dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam aktivitas konsumsi digital. Pelajar menjadi lebih sadar bahwa tidak semua promo harus diikuti, dan bahwa keputusan belanja harus didasarkan pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang mulai menyadari kesalahan dalam kebiasaan belanja sebelumnya dan berkomitmen untuk lebih bijak dalam menggunakan uang. Hal ini menjadi indikator bahwa kegiatan PKM ini memberikan dampak positif bagi peserta.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pelajar mampu menjadi individu yang lebih bijak, mandiri, dan memiliki kontrol diri yang baik dalam menghadapi berbagai pengaruh di era digital. Penguatan self-control tidak hanya penting dalam hal konsumsi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan materi yang lebih beragam, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan dapat terus terjalin untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Artikel ini disusun sebagai bentuk dokumentasi kegiatan sekaligus sebagai sarana informasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya penguatan self-control di kalangan pelajar dalam menghadapi perkembangan digital yang semakin pesat.
Penulis:
Andriansyah
Komaruddin
Miftahul Jannah
(Mahasiswa Universitas Pamulang)







