TANGERANG SELATAN – Kulit gatal umumnya dianggap sebagai keluhan ringan yang disebabkan oleh alergi, cuaca panas, atau penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai. Namun, kondisi ini tidak selalu dipicu oleh faktor eksternal. Dalam sejumlah kasus, rasa gatal pada kulit dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami kekurangan vitamin atau nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
Beberapa jenis defisiensi nutrisi diketahui dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kering, kemerahan, hingga rasa gatal yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kulit lebih kering
Vitamin D tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan tulang dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini juga memiliki peran penting dalam mempertahankan fungsi pelindung kulit agar tetap optimal. Ketika kadar vitamin D dalam tubuh menurun, kulit berisiko menjadi lebih kering, sensitif, dan mudah terasa gatal.
Menurut ahli penyakit autoimun V. J. Hamilton, BSc., DipION., mBANT., dilansir Nutritionist Resource, Senin, 22 Juni, kondisi ini sering kali lebih terasa saat paparan sinar matahari berkurang, misalnya pada musim hujan atau ketika seseorang jarang beraktivitas di luar ruangan.
Selain diperoleh dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan melalui konsumsi ikan berlemak, telur, serta makanan yang telah diperkaya nutrisi tersebut. Jika kekurangannya berlangsung cukup lama atau dalam tingkat yang berat, gangguan kulit yang muncul dapat berkembang menjadi masalah peradangan kulit yang lebih serius. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal.
Kekurangan asam lemak esensial dapat memicu masalah kulit
Selain vitamin, tubuh memerlukan asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat. Kedua nutrisi ini berperan dalam mengontrol peradangan sekaligus mempertahankan kelembapan alami kulit.
Saat asupan asam lemak esensial tidak mencukupi, kulit dapat mengalami kekeringan, kemerahan, dan rasa gatal. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi benjolan kecil berwarna kemerahan di bagian belakang lengan hingga kuku yang mudah mengelupas.
Karena tubuh tidak mampu memproduksi asam lemak esensial sendiri, kebutuhan nutrisi ini harus dipenuhi dari makanan. Beberapa sumber terbaiknya antara lain ikan berlemak, biji chia, biji rami, kenari, dan kuning telur.
Kadar zat besi rendah juga bisa memicu kulit gatal
Kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan anemia atau kondisi tubuh yang mudah lelah. Namun, dampaknya ternyata juga dapat dirasakan pada kesehatan kulit.
Menurut Hamilton, sebagian orang dengan kadar zat besi rendah mengalami kulit gatal yang membaik setelah kebutuhan zat besinya terpenuhi.
Zat besi berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk kulit. Jika jumlahnya tidak mencukupi, proses regenerasi dan fungsi normal kulit dapat terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, seseorang dapat mengonsumsi daging merah, hati, dan makanan laut. Sementara itu, sumber zat besi nabati seperti bayam dan lentil akan lebih mudah diserap tubuh apabila dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C.
Vitamin B12 dan vitamin A turut memengaruhi kondisi kulit
Kekurangan vitamin B12 maupun vitamin A juga dapat berkontribusi terhadap munculnya kulit gatal dan sensitif. Selain gangguan pada kulit, defisiensi kedua vitamin tersebut biasanya disertai gejala lain seperti mudah lelah, gangguan penglihatan, penurunan keseimbangan tubuh, hingga masalah pada sirkulasi darah.
Karena gejalanya cukup beragam, pemeriksaan kadar vitamin dapat membantu mengidentifikasi penyebab utama dari keluhan yang dialami. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin tertentu sering kali tercermin melalui perubahan pada kondisi kulit, rambut, maupun kuku.
Oleh karena itu, masalah kulit yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak hanya diatasi dengan perawatan dari luar, tetapi juga perlu dievaluasi dari sisi asupan nutrisi.
Kesehatan usus juga perlu diperhatikan
Apabila pola makan sudah tergolong sehat dan bergizi tetapi keluhan kulit gatal masih sering muncul, penyebabnya bisa berkaitan dengan kondisi saluran pencernaan. Gangguan pada usus dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Akibatnya, meskipun seseorang telah mengonsumsi makanan bernutrisi, tubuh tetap berisiko mengalami kekurangan zat gizi tertentu karena proses penyerapannya tidak berjalan optimal.
Karena itu, saran Hamilton, penting untuk melihat kondisi kulit sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pola makan yang beragam, kaya vitamin, mineral, serta lemak sehat dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko munculnya keluhan yang mengganggu.







